February 4, 2026

Festival Teater Indonesia Digelar di Empat Kota

  • September 18, 2025
  • 3 min read
Festival Teater Indonesia Digelar di Empat Kota

Jakarta, Gatranews.id – Titimangsa bersama Perkumpulan Nasional Teater Indonesia (Penastri) mengumumkan penyelenggaraan Festival Teater Indonesia (FTI) 2025. Festival ini mendapat dukungan dari Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI.

Festival digagas oleh pendiri Titimangsa, Happy Salma dan Direktur Titimangsa, Pradetya Novitri. Ajang ini akan berlangsung di Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta. Sebanyak 16 kelompok teater akan dipilih melalui panggilan terbuka yang dibuka hingga 19 September 2025.

Sebelumnya, panitia menggelar diskusi kelompok terarah dengan pelaku teater dari berbagai daerah pada 13-14 Agustus 2025. Dalam forum itu, panitia mendengarkan masukan, kritik, dan aspirasi dari pegiat teater.

Ajang Pertemuan Lintas Wilayah

Happy Salma menyebut FTI hadir sebagai ruang pertemuan ekosistem teater. Ia berharap festival ini konsisten berlangsung dan mampu menyatukan pelaku teater dari berbagai wilayah.

“Kami ingin FTI menjadi kendaraan bersama yang bisa terus berlanjut, bukan hanya sekali dua kali,” ujar Happy yang juga Ketua Dewan Pengawas FTI.

Direktur Festival, Pradetya Novitri, menambahkan FTI berbeda dengan festival daerah yang selama ini sudah ada. Ia menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan antarkelompok teater dari berbagai wilayah.

“Kelompok teater Sumatera bisa tampil di Palu atau Mataram, sementara yang di Kalimantan bisa pentas di Jakarta,” kata Pradetya.

Festival perdana ini mengangkat tema Sirkulasi Ilusi. Tema tersebut menyoroti pertemuan realitas dan representasi dalam kehidupan kontemporer.

Direktur Artistik FTI, Sahlan Mujtaba, menjelaskan festival ingin memperkuat kesadaran kritis penonton dan memperluas estetika teater Indonesia. “Visi jangka panjang FTI adalah menjadi katalis lahirnya karya teater Indonesia yang mampu menempatkan seni pertunjukan dalam percakapan global,” ujarnya.

Seperti produksi Titimangsa sebelumnya, festival juga akan menampilkan adaptasi karya sastra Indonesia. Menurut Happy, alih wahana karya sastra menjadi salah satu fokus utama Titimangsa.

Pendaftaran dan Seleksi

Panggilan terbuka FTI sudah berlangsung sejak 25 Agustus 2025. Pengumuman peserta terpilih dijadwalkan pada 30 September 2025. Pagelaran di empat kota akan berlangsung 1–16 Desember 2025.

Kelompok teater yang mendaftar diminta menampilkan karya adaptasi sastra Indonesia, baik novel maupun cerpen. Pendaftar wajib memiliki rekam jejak pertunjukan lima tahun terakhir.

Sebanyak 16 kelompok akan dipilih melalui panggilan terbuka. Mereka akan mendapat dukungan produksi dan pendampingan kuratorial. Empat kelompok lain diundang khusus untuk tampil di kota tertentu.

Harapan untuk Ekosistem Teater

Ketua Umum Penastri, Shinta Febriany menilai FTI bisa menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman. “Semoga festival ini mendorong seniman lebih produktif dan memantik kreativitas,” ujarnya.

Selama penyelenggaraan, setiap kota akan menampilkan lima kelompok teater. Total 20 pementasan akan digelar dengan naskah adaptasi karya sastra Indonesia.

Happy Salma menutup dengan harapan agar FTI menjadi ruang kebersamaan. “Festival ini ingin membangun rasa memiliki, kebersamaan, dan komunikasi yang bisa menumbuhkan kreativitas kita,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *