February 4, 2026

Rabies pada Manusia: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

  • September 6, 2025
  • 2 min read
Rabies pada Manusia: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa Itu Rabies?

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies dari famili Rhabdoviridae. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak yang berujung pada kematian. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies termasuk penyakit zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) yang paling mematikan.

Di Indonesia, rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan populasi anjing liar yang tinggi. Jika tidak segera ditangani setelah tergigit, rabies hampir selalu berakibat fatal.

Penyebab Rabies pada Manusia

Rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi. Cara penularannya antara lain:

  • Gigitan hewan (anjing, kucing, kelelawar, serigala, rakun, musang).
  • Cakaran atau jilatan hewan pada luka terbuka.
  • Kontaminasi air liur pada mata, hidung, atau mulut.

Di Indonesia, anjing masih menjadi penyebab utama penularan rabies. Namun, kucing dan kelelawar juga dapat menjadi vektor penting.

Gejala Rabies pada Manusia

Masa inkubasi rabies bervariasi, biasanya 1–3 bulan setelah tergigit. Namun bisa lebih cepat (beberapa minggu) atau lebih lama (hingga setahun).

1. Gejala Awal (Tahap Prodromal)

  • Demam dan sakit kepala ringan.
  • Rasa lemah atau tidak enak badan.
  • Nyeri, kesemutan, atau gatal di area gigitan.
  • Cemas dan sulit tidur.

2. Gejala Lanjut (Tahap Neurologis Akut)

  • Gelisah, bingung, atau mudah marah.
  • Kejang otot dan kesulitan menelan.
  • Hidrofobia (takut air), karena menelan air menimbulkan rasa sakit hebat.
  • Aerofobia (takut angin), bahkan hembusan angin dapat memicu kejang.
  • Halusinasi dan perubahan perilaku.

3. Gejala Akhir

  • Kelumpuhan.
  • Koma.
  • Kematian akibat gagal napas atau henti jantung.

Catatan: Setelah gejala klinis muncul, rabies hampir tidak bisa disembuhkan. Karena itu, tindakan cepat setelah tergigit sangat penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *