Kementerian Kebudayaan Gelar Pesta Rakyat Sambut CHANDI 2025 di Bali
Kuta, Gatranews.id – Kementerian Kebudayaan menggelar Pesta Rakyat di Discovery Mall, Kuta, Bali. Acara ini menjadi pembuka rangkaian konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 yang berlangsung di Sanur pada 2-5 September 2025.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta mengatakan Pesta Rakyat menjadi pembuka menuju pertemuan delegasi internasional. Pada forum itu akan hadir “Declaration for Culture” dengan tema Culture for the Future.
“CHANDI 2025 juga menggandeng Universitas Udayana dan Institut Seni Bali. Akan ada seminar, diskusi, serta kunjungan budaya ke Desa Panglipuran dan Green School Bali,” kata Bambang.
Ia menambahkan, pertemuan tersebut akan dihadiri perwakilan dari 45 negara. Delegasi terdiri atas menteri kebudayaan, wakil menteri, duta besar, hingga tokoh budaya dunia.
Bambang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, dukungan penuh Bali sangat penting untuk kesuksesan perhelatan internasional ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha, menyebut konferensi kebudayaan internasional itu tepat digelar di Pulau Dewata. Bali dikenal sebagai ruang interaksi budaya masyarakat lokal maupun mancanegara.
“Dengan komitmen Bali membangun, menguatkan, dan memajukan kebudayaan, CHANDI sangat pas digelar di Pulau Dewata. Kami yakin gaung CHANDI akan meluas ke seluruh dunia,” ujarnya.
Di panggung Pesta Rakyat, pengunjung disuguhi beragam penampilan seni. Tarian yang dibawakan antara lain Tari Lambang Sari, Tari Janger, Tari Archipelago, Tari Tridatu, hingga drama tari Trip to Bali Hanoman Rahwana.
Selain itu, tampil juga kolaborasi LED Drum Percussion dan penyanyi solo Bali, seperti Yessy Diana, Agapeea, dan Gus Yuda. Atraksi budaya ini menarik perhatian wisatawan yang sedang berada di Kuta.
Amira, wisatawan asal Yaman, mengaku terkesan dengan penampilan para seniman. Ia mengatakan Tari Tridatu menjadi sajian paling berkesan karena memiliki makna filosofis yang kuat di Bali.
“Saya sering melihat budaya Indonesia di televisi, tapi melihat langsung di Bali memberi pengalaman berbeda. Indonesia kaya akan seni budaya yang bisa menjadi magnet wisatawan,” kata Amira.
Pesta Rakyat di Discovery Mall turut dihadiri pejabat Kementerian Kebudayaan. Beberapa di antaranya Staf Khusus Menteri Bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Publik, Ibnu Hamad.
Turut hadir pula Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara, Direktur Sejarah dan Permuseuman, Agus Mulyana, serta jajaran pejabat lainnya. Kehadiran mereka menandai pentingnya acara pembuka CHANDI 2025.
Pesta Rakyat sendiri berlangsung di dua lokasi, yakni Art Center Denpasar dan Discovery Mall Kuta. Acara digelar pada 29-30 Agustus 2025 dengan agenda seni dan budaya selama dua hari.
Di akhir sambutannya, Sekjen Bambang menegaskan CHANDI 2025 menjadi tonggak penting kehadiran Kementerian Kebudayaan. Pada bulan ini, lembaga tersebut genap berusia sepuluh bulan.
“Kami ingin hadir di berbagai penjuru Indonesia. Melalui Pesta Rakyat dan rangkaian acara CHANDI, kami berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pengembangan dan pelestarian kebudayaan,” ujar Bambang.
