Wapres Gibran Tinjau Penyaluran BSU di Pekanbaru
Pekanbaru, Gatranews.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kantor Pos Pekanbaru, Riau, Senin (28/7). Hingga saat ini, BSU telah tersalurkan sekitar 92% dari total 146 ribu penerima di Kota Pekanbaru.
Gibran hadir bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Gubernur Riau Abdul Wahid, dan Dirjen PHI Jamsos Ketenagakerjaan Indah Anggoro Putri. Nampak hadir juga Dirut BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro, serta Plt. Dirut PT Pos Indonesia Endy Abdurrahman.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran. Sasaran program ini adalah pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan.
Di sela peninjauan, Wapres dan Menaker berdialog dengan petugas serta menyapa para penerima manfaat.
“Program BSU ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung para pekerja di tengah tantangan ekonomi,” ujar Yassierli.
Yassierli menjelaskan, BSU 2025 termasuk dalam lima program perlindungan sosial prioritas pemerintah. Setiap penerima mendapat bantuan Rp600 ribu, dibayarkan sekali transfer untuk dua bulan.
“Kami ingin penyaluran ini lebih cepat, lebih baik, dan tepat sasaran. Ini sudah keempat kalinya pemerintah menyalurkan BSU, jadi masyarakat juga sudah semakin paham mekanismenya,” tambahnya.
Ia mengapresiasi upaya PT Pos Indonesia dalam mendukung percepatan penyaluran. Pasalnya, PT Pos telah menjalankan berbagai inisiatif guna percepatan ini.
“Seperti membuka layanan hingga malam hari, akhir pekan, bahkan melakukan jemput bola di daerah-daerah 3T. Ini langkah yang kami apresiasi dan harap terus ditingkatkan,” katanya.
PT Pos Gunakan Teknologi dan Layanan Aktif
Plt. Dirut PT Pos Indonesia, Endy Abdurrahman menegaskan komitmen perusahaannya dalam menyalurkan BSU secara aman, cepat, dan tepat sasaran.
“Kami memanfaatkan teknologi digital seperti face recognition dari KTP untuk verifikasi identitas, dan aplikasi Pospay untuk mempercepat proses pelayanan,” ujar Endy.
Selain pelayanan di Kantorpos, pihaknya juga aktif menyalurkan bantuan berbasis komunitas dan mendatangi langsung penerima.
“Kami buka layanan sejak pagi sebelum jam kerja, saat jam makan siang, hingga malam hari. Kantorpos juga tetap buka Sabtu dan Minggu untuk mempermudah akses penerima,” jelasnya.
Menurut Endy, peran PT Pos tidak sebatas sebagai penyalur bantuan. Tapi juga perpanjangan tangan negara.
“Sebagai BUMN, kami tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga fungsi sosial. Untuk program seperti BSU, kami siapkan seluruh sumber daya untuk melayani masyarakat sebaik mungkin,” ucapnya.
Total sekitar 350 ribu pekerja di Riau terdaftar sebagai penerima BSU. Penyaluran dilakukan bertahap di seluruh kabupaten dan kota.
Pemerintah menegaskan, program ini akan terus dievaluasi dan ditingkatkan dari sisi teknis maupun dampak sosialnya. BSU diharapkan memperkuat daya beli dan ketahanan ekonomi para pekerja.
