January 12, 2026

Kenalkan Produk Mamin Premium, Kemenperin Siap Gelar Specialty Indonesia 2025

  • July 3, 2025
  • 2 min read
Kenalkan Produk Mamin Premium, Kemenperin Siap Gelar Specialty Indonesia 2025

Jakarta, Gatranews.id – Kementerian Perindustrian proaktif mengakselerasi pengembangan industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri, yang terbukti menjadi salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam kegiatan Pre-Event Specialty Indonesia 2025 di Jakarta, Kamis (3/7).

“Industri makanan dan minuman terus memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pada Triwulan I tahun 2025, kontribusi sektor ini mencapai 41,15 persen terhadap PDB industri non-migas, dan 7,2 persen terhadap PDB nasional,” ujar Faisol Riza.

Menurutnya, sektor mamin terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan realisasi pertumbuhan sebesar 6,04 persen (YoY) pada triwulan I tahun 2025. Dari sisi perdagangan luar negeri, industri ini juga berhasil mempertahankan surplus neraca dagang sebesar US$8,67 miliar, dengan nilai ekspor mencapai US$11,78 miliar sepanjang Januari–Februari 2025.

“Investasi di sektor ini juga semakin diminati. Pada Triwulan I 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp22,63 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor yang semakin tinggi terhadap potensi industri makanan dan minuman Indonesia,” ungkap Faisol.

Wamenperin menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan industri mamin berkat keragaman sumber daya hayati. “Sumber daya tersebut dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi dengan orientasi ekspor,” imbuhnya.

Sejumlah subsektor industri mamin mencatatkan kinerja gemilang. Salah satunya, industri pengolahan kakao/cokelat yang saat ini menempatkan Indonesia sebagai produsen produk olahan kakao terbesar ke-4 di dunia. Total nilai ekspornya lebih dari US$2,4 miliar dengan volume 304 ribu ton pada tahun 2024.

Selanjutnya, industri pengolahan teh menorehkan ekspor sebesar 36.738 ton atau USD59,24 juta. Selain itu, industri pengolahan buah juga memiliki potensi besar dengan capaian ekspor 402 juta ton atau USD510 juta. “Industri kopi juga terus berkembang pesat. Indonesia telah mengekspor 196.875 ton kopi olahan senilai USD 661,9 juta pada tahun 2024,” sebutnya.

Sedangkan, untuk industri pengolahan susu, nilai ekspor tercatat USD233,5 juta pada 2024, naik dari USD230 juta pada 2023. Namun Faisol menyatakan, perlunya pengoptimalan produk hilir susu untuk mengurangi jumlah impornya, sehingga Kemenperin fokus pada pengembangan industri domestik melalui inovasi produk fermentasi, pangan fungsional, dan diversifikasi sumber susu.

“Sebagai salah satu langkah akselerasi untuk mencapai sasaran tersebut, Kemenperin akan menyelenggarakan kegiatan Specialty Indonesia 2025 pada tanggal 4–8 Agustus 2025 di Gedung Kemenperin, Jakarta,” tutur Wamenperin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *