January 12, 2026

Prabowo: Kawasan Kita Penuh Perdamaian di Tengah Dunia yang Bergejolak

  • June 29, 2025
  • 2 min read
Prabowo: Kawasan Kita Penuh Perdamaian di Tengah Dunia yang Bergejolak

Karawang, Gatranews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berada dalam kawasan yang damai, meski dunia saat ini banyak dilanda konflik.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan peletakan batu pertama proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6).

“Di tengah dunia penuh konflik, kawasan kita penuh perdamaian,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mitra dari China, CATL, yang turut mendukung proyek ini.

Menurut Prabowo, perdamaian adalah syarat utama untuk mewujudkan kemakmuran. Karena itu, Indonesia selalu memilih jalan kerja sama dan kolaborasi dalam hubungan internasional.

“Indonesia selalu mengedepankan jalan tengah, menjunjung persahabatan di atas permusuhan. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini filosofi Tiongkoknya saya ambil alih,” katanya.

Ia menilai kerja sama dengan mitra luar negeri sebagai bentuk kolaborasi strategis yang saling menguntungkan. Ia menyebut proyek ini sebagai langkah nyata untuk mendorong transisi energi yang berkelanjutan.

“Kita bisa bekerja sama dalam program yang kolosal, yang merupakan terobosan luar biasa. Ini bukti kita bisa menghasilkan energi terbarukan dan ramah lingkungan, sesuai cita-cita dunia,” ujar Prabowo.

Proyek ini merupakan bagian dari konsorsium ANTAM, IBC, dan CBL. Pemerintah menargetkan pengembangan ekosistem industri baterai dari hulu hingga hilir sebagai bagian dari upaya hilirisasi dan penguatan energi bersih nasional. Total ada enam subproyek, lima di antaranya berada di Halmahera Timur dan satu di Karawang.

Nilai investasi proyek mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp95 triliun. Lahan yang digunakan mencakup 3.023 hektare. Proyek ini diperkirakan menyerap hingga 8.000 tenaga kerja dan akan membangun 18 infrastruktur pendukung, termasuk dermaga multifungsi.

Dari sisi energi, proyek ini dirancang ramah lingkungan. Kombinasi energi yang digunakan antara lain PLTU 2×150 MW, PLTG 80 MW, pembangkit dari limbah panas 30 MW, dan tenaga surya 172 MWp—termasuk 24 MWp di Karawang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *