January 13, 2026

Eramet dan YCAB Luncurkan Program Pelatihan untuk Wirausaha Perempuan Ultra Mikro

  • June 24, 2025
  • 3 min read
Eramet dan YCAB Luncurkan Program Pelatihan untuk Wirausaha Perempuan Ultra Mikro

Jakarta, Gatranews.id – Perusahaan tambang dan metalurgi asal Prancis, Eramet bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) meluncurkan program pelatihan wirausaha bertajuk LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi). Program ini menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro (UMi) di Jakarta dan Ternate.

Peluncuran program dilakukan di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (24/6). Acara ini diresmikan langsung oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman; CEO Eramet Indonesia, Jérôme Baudelet; dan Sekretaris Jenderal YCAB Foundation, Adelle Odelia Tanuri. Menteri P3A, Arifah Fauzi dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda juga nampak hadir menyaksikan.

Program LAKSMI merupakan bagian dari inisiatif global Women for Future milik Eramet yang sebelumnya telah dijalankan di sejumlah negara. Di Indonesia, program ini difokuskan pada pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, dan pemasaran digital.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, per Mei 2025 terdapat 57 juta pelaku UMKM di Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar 64,5% atau 37 juta unit usaha dikelola perempuan.

Meski jumlahnya signifikan, pelaku usaha perempuan masih menghadapi berbagai hambatan. Antara lain keterbatasan akses permodalan, pendampingan usaha, serta rendahnya adopsi teknologi digital. Saat ini, hanya 12% UMKM yang telah mengintegrasikan teknologi digital secara menyeluruh.

“Pemberdayaan perempuan adalah bagian dari komitmen kami dalam membangun ekonomi yang inklusif melalui program Eramet Beyond. Kami berharap program ini bisa menjawab tantangan perempuan pelaku UMKM dalam hal akses ke mentor, modal, jaringan, serta tekanan sosial,” ujar Jérôme Baudelet di Jakarta, Selasa (24/6).

Baudelet menambahkan, LAKSMI diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan daya saing usaha perempuan ultra mikro secara nasional.

Peserta Terpilih Dapat Hibah 500 Dollar

Program tahap awal akan diikuti oleh 600 wirausaha perempuan ultra mikro di Jakarta dan Ternate secara daring. Sebanyak 75 peserta terbaik nantinya akan menerima hibah senilai US$500 atau sekitar Rp8 juta. Penilaian didasarkan pada indikator peningkatan pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan digital, dan komitmen dalam mengembangkan usaha.

Sekretaris Jenderal YCAB, Adelle Odelia Tanuri menyebut kolaborasi ini sejalan dengan visi lembaganya. Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki dampak luas.

“Pemberdayaan ekonomi perempuan bukan hanya soal peningkatan pendapatan, tapi juga soal memutus rantai kemiskinan melalui penguatan keluarga dan komunitas,” ujar Adelle.

Komitmen Pemerintah Perkuat UMKM Perempuan

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif tersebut. Menurutnya, pemerintah tengah berupaya menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi, termasuk yang dikelola perempuan.

Acara Peluncuran LAKSMI di Jakarta, Selasa (24/6).

“Program LAKSMI menjadi contoh nyata sinergi antara sektor swasta dan organisasi sosial dalam mendorong pertumbuhan UMKM perempuan. Ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Maman.

Ia berharap program ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal. Tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja dengan menjunjung prinsip kesetaraan gender.

Program LAKSMI dirancang untuk memberikan dukungan berkelanjutan melalui pelatihan, perluasan jaringan usaha, dan peningkatan akses pembiayaan dan pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *