January 12, 2026

Indonesia Tampilkan Praktik Perikanan Skala Kecil di Forum PBB Prancis

  • June 14, 2025
  • 2 min read
Indonesia Tampilkan Praktik Perikanan Skala Kecil di Forum PBB Prancis

Nice, Gatranews.id – Pemerintah Indonesia memaparkan praktik terbaik perikanan skala kecil dalam Konferensi Kelautan PBB ketiga (UNOC-3) yang digelar di Port Lympia, Nice, Prancis, pada 9–13 Juni 2025.

Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat tata kelola laut berkelanjutan . Sehingga dapat mendukung perikanan kecil yang inklusif serta berbasis kearifan lokal.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar keempat di dunia, dengan potensi lestari perikanan tangkap sebesar 12 juta ton dan keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi,” ujar Latif dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/6).

Pernyataan itu disampaikan dalam forum side event yang digelar Pemerintah Maladewa bertajuk Delivering Sustainable and Equitable Ocean Governance.

Produksi Tangkap Tumbuh, Ekspor Meningkat

Latif menyebut kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang diterapkan di Indonesia telah mendorong pertumbuhan produksi perikanan tangkap sebesar rata-rata 3,94% per tahun. Volume produksi meningkat dari 4,51 juta ton pada 2016 menjadi 7,71 juta ton pada 2023. Capaian ini menempatkan Indonesia sebagai produsen perikanan tangkap terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Ia juga menyoroti kolaborasi Indonesia dengan inisiatif global, seperti CFI Indonesia, untuk memperkuat pengelolaan perikanan skala kecil berbasis masyarakat. Salah satu contohnya adalah inisiatif Sasi Label di Kepulauan Maluku, yang mengangkat praktik larangan sementara penangkapan ikan demi pemulihan stok.

“Model ini melindungi ekosistem laut, memperkuat kelembagaan lokal, meningkatkan peran perempuan, dan mendorong akses pasar melalui koperasi dan teknologi digital seperti e-logbook,” jelasnya.

SDA Masih dalam Batas Aman

Menurut Latif, pemanfaatan sumber daya ikan di Indonesia masih berada di bawah 80% dari maximum sustainable yield (MSY). Rata-rata produksi selama 2020–2024 tercatat 7,39 juta ton.

Sementara itu, nilai ekspor perikanan tangkap skala kecil menunjukkan tren positif. Nilai ekspor naik dari USD 3,31 miliar pada 2020 menjadi USD 3,91 miliar pada 2023. Komoditas utama yang menopang ekspor tersebut antara lain tuna, cakalang, cumi, sotong, gurita, dan kepiting.

Latif mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi global untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 14 tentang ekosistem laut.

“Kami mengundang seluruh mitra dan pemangku kepentingan untuk hadir dalam Ocean Impact Summit Indonesia 2026, sebagai bentuk nyata komitmen bersama menjaga laut,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmen Indonesia terhadap perlindungan laut dan pembangunan ekonomi biru berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *