Film Palestina The Voice of Hind Rajab Masuk Nominasi BAFTA 2026
Film Palestina berjudul The Voice of Hind Rajab berhasil menorehkan prestasi penting di kancah perfilman dunia setelah resmi masuk dalam daftar nominasi British Academy Film Awards (BAFTA) 2026. Kabar ini menjadi sorotan luas karena film tersebut mengangkat kisah nyata tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan disampaikan melalui pendekatan sinematik yang kuat serta emosional.
The Voice of Hind Rajab mengisahkan peristiwa tragis yang menimpa Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina yang menjadi korban dalam konflik di Jalur Gaza. Film ini dibangun dari rekaman suara asli Hind saat menghubungi layanan darurat, yang kemudian dipadukan dengan dramatization para petugas kemanusiaan yang berusaha menolongnya. Pendekatan ini menjadikan film tersebut bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai dokumen kemanusiaan yang menyentuh nurani publik global.
Masuknya film ini dalam nominasi BAFTA 2026, khususnya pada kategori Film Berbahasa Non-Inggris Terbaik, menandai pengakuan internasional terhadap sinema Palestina dan narasi kemanusiaan yang selama ini jarang mendapatkan ruang di ajang penghargaan film arus utama. BAFTA sendiri merupakan salah satu penghargaan film paling bergengsi di dunia dan sering menjadi barometer penting dalam musim penghargaan internasional.
Film ini disutradarai oleh Kaouther Ben Hania, sineas asal Tunisia yang dikenal konsisten mengangkat isu sosial dan kemanusiaan dalam karya-karyanya. Dalam berbagai kesempatan, Ben Hania menegaskan bahwa film ini dibuat sebagai bentuk pengarsipan suara korban sipil, khususnya anak-anak, agar tragedi yang mereka alami tidak dilupakan oleh dunia. Penggunaan suara asli Hind Rajab dilakukan dengan persetujuan keluarga dan dimaksudkan untuk menjaga keotentikan kisah.
Sebelum meraih nominasi BAFTA 2026, The Voice of Hind Rajab telah lebih dahulu diputar di sejumlah festival film internasional dan mendapatkan respons luas dari kritikus maupun penonton. Banyak pihak menilai film ini berhasil memadukan kekuatan naratif, etika dokumenter, dan sensitivitas kemanusiaan dalam satu karya yang utuh. Tidak sedikit pula yang menyebut film ini sebagai salah satu film paling menggugah tentang dampak konflik bersenjata terhadap anak-anak.
Di berbagai negara, penayangan film ini memicu diskusi publik mengenai perlindungan warga sipil, hukum humaniter internasional, serta peran film sebagai medium advokasi kemanusiaan. Meski demikian, film ini juga memunculkan perdebatan etis terkait representasi tragedi nyata, yang justru menunjukkan besarnya perhatian dan pengaruh yang ditimbulkannya.
Keberhasilan The Voice of Hind Rajab menembus nominasi BAFTA 2026 dipandang sebagai momentum penting bagi perfilman Palestina dan dunia Arab secara umum. Film ini tidak hanya membawa nama kawasan tersebut ke panggung global, tetapi juga menghadirkan perspektif korban sipil yang sering terpinggirkan dalam narasi konflik.
Dengan nominasi ini, The Voice of Hind Rajab diperkirakan akan semakin mendapat perhatian internasional menjelang puncak penghargaan BAFTA, sekaligus memperluas jangkauan pesan kemanusiaan yang diusungnya. Film ini menjadi pengingat bahwa di balik statistik perang, terdapat suara, kisah, dan nyawa manusia yang layak didengar dan dikenang oleh dunia.
