PTPN III Gandeng KP2MI dan LPP Agro Nusantara Perkuat SDM Pekerja Migran Sektor Agroindustri
PTPN III (Persero) melalui anak usahanya, PT LPP Agro Nusantara, memperkuat peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor agroindustri dengan menjalin kerja sama bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja nasional di kancah global.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KP2MI, PTPN III (Persero), dan LPP Agro Nusantara yang digelar di Auditorium PT LPP Agro Nusantara, Yogyakarta, Sabtu (24/1). Acara ini dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla beserta jajaran, Direktur SDM dan Umum Holding PTPN III (Persero) Dr. Endang Suraningsih beserta jajaran, serta Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo bersama jajaran manajemen.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menekankan pentingnya peningkatan kualitas PMI melalui penguatan keterampilan dan kompetensi. “Dibalik roda ekonomi yang berputar, berbagai isu yang menyertai PMI masih membayangi, salah satu diantaranya nilai tambah pekerja migran dari segi keterampilan dan kemampuan,” ujarnya.
Dzulfikar menjelaskan bahwa sepanjang 2025 terdapat 296.948 penempatan PMI dengan negara tujuan terbesar Taiwan. Dari jumlah tersebut, sekitar 63,94 persen terkonsentrasi pada lima jabatan utama, yakni House Maid, Caregiver, Plantation Worker, Worker, dan Domestic Worker. “Ini yang membuat peningkatan keterampilan calon PMI menjadi penting. Dengan urgensi ini, KP2MI secara strategis menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga, salah satunya LPP Agro Nusantara untuk menjadi Migrant Training Centre,” tambahnya.
Direktur LPP Agro Nusantara Pranoto Hadi Raharjo menyampaikan kesiapan institusinya dalam menjalankan peran sebagai pusat pelatihan PMI. Sebagai Corporate University PTPN Group yang telah berpengalaman sejak 1950, LPP Agro Nusantara memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia sektor perkebunan dan agroindustri.
“Sebagai Corporate University PTPN Group, LPP Agro Nusantara bermitra dengan berbagai lembaga strategis. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi LPPAN dipercayai amanah ini,” ungkap Pranoto. Ia menilai peran sebagai Migrant Training Centre merupakan langkah strategis untuk berkontribusi langsung dalam penguatan sektor agroindustri nasional. “Melalui pelatihan dan sertifikasi yang sudah disiapkan LPPAN, diharapkan bisa menjadi bekal yang berguna bagi PMI di bidang agro. Desain pembelajaran kami unggul dan tepat sasaran,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Endang Suraningsih menegaskan bahwa keterlibatan Holding Perkebunan Nusantara dalam kerja sama ini merupakan wujud nyata peran BUMN dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia. “PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai induk perusahaan menugaskan LPP Agro Nusantara untuk mengoptimalkan fasilitas dan intellectual capital yang dimiliki guna menyukseskan program kemitraan bersama KP2MI,” ujarnya.
Endang menambahkan, kerja sama tersebut sejalan dengan kompetensi dan pengalaman yang telah dimiliki LPP Agro Nusantara. “Harapannya, peran kami ini bisa memberikan dampak signifikan bagi peningkatan daya saing dan nilai kompetitif PMI,” tambah Endang.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman, rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelatihan calon PMI di Gedung Perkebunan Nusantara Corporate University yang berlokasi di seberang Kantor Pusat LPP Agro Nusantara Yogyakarta. Melalui kerja sama ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM unggul sekaligus mendukung peningkatan daya saing Pekerja Migran Indonesia di sektor agroindustri global.
