Aurelie Moeremans Tolak Podcast Usai Buku Broken Strings Viral, Tak Ingin Dianggap Cari Simpati
Usai memoar berjudul Broken Strings viral di media sosial, Aurelie Moeremans mengaku mendapat banyak tawaran dari berbagai pihak. Mulai dari penerbitan buku dalam bentuk cetak, undangan wawancara podcast, hingga penawaran adaptasi film layar lebar. Namun di tengah antusiasme publik terhadap kisah hidupnya, Aurelie justru memilih untuk membatasi kemunculannya di podcast.
Aurelie Moeremans menyebut salah satu alasan utama dirinya menolak undangan podcast adalah karena tidak ingin dianggap mencari simpati. Ia khawatir publik akan memandang masa lalunya sebagai sesuatu yang terlalu menyedihkan dan melekatkan citra tersebut padanya. Dalam pernyataannya di kanal YouTube pribadi pada Sabtu (24/1/2026), Aurelie menegaskan bahwa penulisan buku Broken Strings bukan bertujuan untuk dikasihani. Menurutnya, orang-orang yang mengenalnya pasti paham bahwa ia tidak ingin dikenal sebagai sosok dengan masa lalu yang suram dan penuh penderitaan.
Selain itu, istri Tyler Bigenho tersebut juga mengaku enggan membahas detail masa lalunya secara terbuka karena tidak ingin kembali teringat pengalaman pahit tersebut. Aurelie menjelaskan bahwa buku yang ia tulis merupakan bentuk keikhlasan terhadap masa lalu, bukan untuk terus mengulang dan membicarakannya. Oleh karena itu, meskipun banyak undangan wawancara datang, termasuk dari podcaster ternama seperti Deddy Corbuzier dan Denny Sumargo, Aurelie memilih untuk menahan diri dan menolak dengan berat hati.
Lebih lanjut, Aurelie Moeremans mengungkapkan bahwa isi buku Broken Strings sebenarnya hanya sebagian kecil dari pengalaman masa lalunya. Ia sengaja tidak menuliskan semuanya secara detail karena ingin fokus pada pesan dan pembelajaran yang bisa diambil pembaca, khususnya mengenai isu child grooming. Menurutnya, cerita asli yang ia alami jauh lebih ekstrem, namun tidak semuanya relevan untuk disampaikan ke publik.
Diketahui, Broken Strings pertama kali diterbitkan Aurelie Moeremans dalam bentuk ebook berbahasa Inggris dan Indonesia yang dibagikan secara gratis. Buku tersebut berisi kisah nyata pengalamannya sebagai korban child grooming serta perjalanan dirinya untuk bangkit dan keluar dari situasi tersebut. Setelah viral dan mendapat respons luas, Aurelie kemudian menerbitkan Broken Strings versi cetak yang dilengkapi dengan ilustrasi.
Tak hanya berhenti di dunia literasi, kisah Aurelie Moeremans juga menarik perhatian sejumlah rumah produksi yang tertarik mengadaptasikannya ke layar lebar. Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian lebih lanjut terkait rencana film tersebut yang diumumkan ke publik.
