February 4, 2026

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama Sambut Baik Konsultasi Syuriah dengan Mustasyar PBNU di Lirboyo

  • December 26, 2025
  • 2 min read
Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama Sambut Baik Konsultasi Syuriah dengan Mustasyar PBNU di Lirboyo

Jakarta, Gatranews.id – Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengapresiasi Konsultasi Syuriah dengan Mustasyar PBNU di Lirboyo pada 25 Desember 2025 kemarin. Konsultasi tersebut dinilainya merupakan suatu hal positif yang harus diapresiasi karena menandakan bahwa NU adalah organisasi ulama yang tetap menjadikan ulama sebagai rujukan dan payung dalam menyelesaikan berbagai persoalan penting termasuk konflik organisasi. Di masa mendatang peran ulama harus terus dipertahankan dan diperkuat untuk mengantisipasi berbagai krisis nasional dan global yang akan muncul di depan mata.

“GKB-NU menyambut baik kesepakatan untuk menyelenggarakan Muktamar NU secepat-cepatnya untuk menghindari risiko dualisme kepengurusan, akibatnya kegagalan permufakatan internal organisasi. Hanya saja kepanitiaan yang dibentuk sebaiknya disusun secara netral oleh Mustasyar (Ahlul Halli Wal Aqdi),” kata Inisiator Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) Hery Haryanto Azumi, kepad wartawan di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Ia mengingatkan, menyerahkan kepanitiaan kepada para pihak yang berkonflik berpotensi akan membawa konflik ke dalam kepanitiaan dan berisiko menghasilkan produk muktamar yang tidak solid dan mengulang perpecahan sebelumnya. Oleh karena itu, Mustasyar (Ahlul Halli Wal Aqdi) seharusnya yang menjadi penentu dalam penyusunan kepanitiaan Muktamar tersebut.

“GKB-NU mengajak seluruh kader NU untuk mengiringi transisi dan transformasi besar NU saat menapaki periode 100 Tahun Kedua ini. Harus ada penyesuaian dan penataan terhadap organisasi NU dari sisi gerakan, politik, ekonomi, sosial budaya agar NU berperan lebih optimum dalam khidmahnya,” jelas Hery Haryanto.

GKB-NU menyerukan transisi generasi secara gradual dan damai agar akar ortodoksi yang kuat dapat tetap menjadi panduan bagi perubahan besar yang terjadi di Pertengahan Abad Ke-21 ini. Ilmu-ilmu keagamaan klasik adalah jangkar bagi akuisisi ilmu-ilmu baru yang muncul sehingga terjadi harmoni berkelanjutan.

GKB-NU yakin pemerintah memiliki harapan positif terhadap NU yang memiliki 110 juta pengikut. Pemerintah tidak akan sukses tanpa keterlibatan dan dukungan Nahdlatul Ulama, baik elit maupun grassrootsnya. “Kemitraan Pemerintah Prabowo dan NU adalah suatu keniscayaan. Doktrin NU untuk selalu taat kepada Ulil Amri yang adil adalah modal besar bangsa ini untuk menjadi negara maju yang stabil dan berkeadilan,” pungkas Hery Haryanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *