January 12, 2026

Giwo Rubianto: Hari Ibu Bukan Sekadar Perayaan, Ini Makna Sejarah Perjuangan Perempuan Indonesia

  • December 22, 2025
  • 2 min read
Giwo Rubianto: Hari Ibu Bukan Sekadar Perayaan, Ini Makna Sejarah Perjuangan Perempuan Indonesia

Jakarta, Gatranews.id – Peringatan Hari Ibu di Indonesia memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar perayaan kasih sayang antara anak dan ibu sebagaimana Mother’s Day di berbagai negara. Hari Ibu merupakan penanda sejarah penting perjuangan perempuan Indonesia dalam membangun bangsa serta pengingat akan peran strategis perempuan dalam tonggak sejarah kemerdekaan dan pembangunan nasional.

Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS), Ketua Umum Persatuan Perempuan Indonesia (PPI), sekaligus Presiden Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., menegaskan bahwa Hari Ibu tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan perempuan Indonesia. “Hari Ibu bukan sekadar hari kasih sayang seperti Mother’s Day, tetapi memiliki makna historis yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia,” ujar Giwo.

Ia mengingatkan bahwa lahirnya Hari Ibu berakar dari peristiwa bersejarah Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang digelar pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Pada masa penjajahan, perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang bersatu dan berkolaborasi untuk memperjuangkan harkat dan martabat perempuan sekaligus berkontribusi bagi kemerdekaan bangsa. “Di tengah situasi penjajahan, perempuan Indonesia mampu bersatu, membangun kekuatan bersama, dan menunjukkan komitmen untuk berjuang demi bangsa dan negara,” katanya.

Menurut Giwo, semangat persatuan dan keberanian perempuan pada masa itu menjadi fondasi penting lahirnya Hari Ibu di Indonesia. Oleh karena itu, ia menilai pemaknaan Hari Ibu harus terus dijaga agar tidak bergeser menjadi sekadar perayaan simbolik tahunan. “Hari Ibu adalah pengingat bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam sejarah dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Giwo menekankan bahwa perempuan Indonesia telah berkontribusi nyata di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga kepemimpinan. Ia berharap peringatan Hari Ibu dapat menjadi momentum untuk mendorong pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan. “Dengan memahami makna Hari Ibu yang sesungguhnya, perempuan Indonesia diharapkan semakin berdaya dan mendapatkan kesempatan yang setara untuk berperan lebih luas dalam pembangunan bangsa,” katanya.

Dalam konteks pembangunan nasional dan visi Indonesia Emas 2045, Giwo menilai keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan yang inklusif menjadi hal yang tidak terpisahkan. “Pembangunan bangsa tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif perempuan. Kepemimpinan yang inklusif adalah kunci untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama,” jelas Giwo.

Menutup pernyataannya, Giwo mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Ibu sebagai refleksi kolektif atas perjuangan perempuan Indonesia sekaligus dorongan untuk terus memperjuangkan kesetaraan gender. “Selamat Hari Ibu. Perempuan berdaya, bangsa berjaya. Jayalah perempuan Indonesia menuju Indonesia Emas,” tegas Giwo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *