Digital Edge Indonesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Infrastruktur Pusat Data Nasional
Jakarta, Gatranews.id — EDGE DC resmi bertransformasi menjadi Digital Edge Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat infrastruktur digital nasional dan meningkatkan posisi perusahaan dalam ekosistem pusat data Asia Pasifik.
Pengumuman rebranding ini disampaikan di Jakarta pada 9 Desember 2025 dan menandai integrasi penuh perusahaan ke dalam jaringan regional Digital Edge yang menerapkan standar global di bidang teknik, operasional, dan layanan. Identitas baru ini sekaligus menegaskan ambisi Digital Edge Indonesia untuk menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital Tanah Air yang terus berkembang pesat.
Sejak berdiri pada 2018, EDGE DC yang kini beroperasi dengan nama Digital Edge Indonesia telah dikenal sebagai salah satu operator pusat data dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Perusahaan melayani berbagai sektor strategis seperti cloud, layanan keuangan, hyperscale, enterprise, dan jaringan.
Dengan dua fasilitas utama yaitu EDGE1 dan EDGE2, Digital Edge Indonesia memiliki kapasitas gabungan 29MW dan menjadi operator pusat data terbesar yang berlokasi di pusat kota Jakarta. Kapasitas ini memberikan kontribusi besar terhadap percepatan adopsi cloud serta mendorong transformasi digital nasional.
Komitmen Digital Edge terhadap pasar Indonesia semakin kuat setelah perusahaan memperoleh pendanaan senilai 325 juta dolar AS atau sekitar 5,5 triliun rupiah dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur digital baru di Jakarta, refinancing fasilitas yang telah ada, serta percepatan penyelesaian pembangunan EDGE2.
Investasi ini mencerminkan keyakinan Digital Edge terhadap Indonesia sebagai salah satu pasar pusat data dengan laju pertumbuhan tercepat di Asia dan diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang luas, termasuk penciptaan lapangan kerja, penguatan ekosistem teknologi nasional, serta akses infrastruktur kelas dunia bagi UMKM dan perusahaan lokal.
“Indonesia memiliki salah satu ekonomi digital paling dinamis di Asia,” ujar John Freeman, CEO Digital Edge. “Rebranding ini memperkuat identitas regional kami dan memastikan kemampuan untuk berkembang dengan standar operasional kelas dunia seiring meningkatnya permintaan infrastruktur digital.”
Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung transformasi digital nasional. “Kami berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan berperan aktif dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional melalui layanan pusat data yang andal dan berstandar global,” ujarnya.
Transformasi dari EDGE DC menjadi Digital Edge Indonesia diharapkan memperkuat daya saing industri pusat data nasional, menarik lebih banyak investasi, dan membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan digital di kawasan Asia Pasifik.
