February 4, 2026

Siapa Sebenarnya Pemilik Toba Pulp Lestari (INRU)?

  • December 6, 2025
  • 2 min read
Siapa Sebenarnya Pemilik Toba Pulp Lestari (INRU)?

Jakarta, Gatranews.id — PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera. Menanggapi hal tersebut, perusahaan menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasionalnya telah mengikuti prinsip Pengelolaan Hutan Lestari.

Perusahaan menjelaskan bahwa seluruh wilayah hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola telah melalui penilaian High Conservation Value dan High Carbon Stock oleh pihak ketiga. Dari total area 167.912 hektare, hanya sekitar 46.000 hektare yang dikembangkan menjadi tanaman eucalyptus, sementara sisanya dipertahankan sebagai kawasan lindung dan area konservasi.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perusahaan, muncul pula isu yang mengaitkan Toba Pulp Lestari dengan Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Melalui juru bicaranya, Luhut menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam bentuk apa pun, baik langsung maupun tidak langsung, dengan perusahaan tersebut.

“Sehubungan dengan beredarnya informasi yang simpang siur mengenai tuduhan bahwa Bapak Luhut Binsar Pandjaitan memiliki keterlibatan atau kepemilikan di perusahaan Toba Pulp Lestari, dengan ini kami menyampaikan klarifikasi resmi. Informasi tersebut tidak benar,” kata Jodi Mahardi, Juru Bicara Ketua DEN, dalam keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh klaim yang mengaitkan Luhut dengan TPL merupakan informasi keliru dan tidak berdasar.

Toba Pulp Lestari sendiri memiliki sejarah panjang di industri kehutanan. Perusahaan ini awalnya bernama Inti Indorayon Utama dan pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 18 Juni 1990. Berdasarkan prospektus IPO, konglomerat Sukanto Tanoto tercatat memegang 27,7 persen saham Indorayon, sementara Polar Yanto Tanoto memiliki 6,5 persen saham sebelum IPO. Pada periode itu, Sukanto menjabat sebagai komisaris utama dan Yanto sebagai direktur. Prospektus IPO juga menyebutkan bahwa Indorayon merupakan bagian dari grup Raja Garuda Mas, yang kini dikenal sebagai Royal Golden Eagle.

Dalam laporan terbaru per 31 Oktober 2025, mayoritas saham Toba Pulp Lestari dimiliki oleh Allied Hill Limited, perusahaan berbasis di Hong Kong yang menggenggam 1.285.265.467 saham atau 92,54 persen. Penerima manfaat akhir perusahaan tersebut adalah Joseph Utomo. Sebelumnya, mayoritas saham dipegang Pinnacle Company Pte., perusahaan asal Singapura, dengan penerima manfaat akhir yang sama, yakni Joseph Oetomo.

Sebelum nama Joseph Oetomo, Sim Sze Kuan tercatat sebagai penerima manfaat akhir Toba Pulp Lestari pada November 2022. Saat itu, Pinnacle juga masih menjadi pemegang mayoritas saham perusahaan berkode INRU tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *