January 11, 2026

PTPP Bangun Akses Logistik Baru dan Perkuat Komunitas Nelayan

  • December 2, 2025
  • 3 min read
PTPP Bangun Akses Logistik Baru dan Perkuat Komunitas Nelayan

Jakarta, Gatranews.id – PT PP (Persero) Tbk terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis nasional. Perusahaan itu kini menggarap proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II yang akan menjadi jalur khusus menuju Pelabuhan Kalibaru.

Akses ini dirancang untuk memperlancar arus logistik dari dan menuju Tanjung Priok. Proyek ini juga diharapkan mengurangi kepadatan truk di kawasan pelabuhan.

Sejalan dengan pembangunan fisik, PTPP menggulirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program itu menyasar komunitas nelayan Kalibaru dan warga RW 04 Cilincing.

Acara TJSL berlangsung pada 11–14 November 2025 dan melibatkan koperasi serta kelompok nelayan setempat. PTPP memberikan bantuan alat tangkap ikan, mesin kapal, dan sarana sosial bagi warga.

Bantuan sosial mencakup material renovasi mushola, kursi, CCTV, dan sound system. PTPP menilai dukungan ini penting untuk memperkuat peran komunitas dalam ekosistem sosial sekitar proyek.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan arti penting proyek NPEA Seksi II. Ia menyebut jalur ini akan meningkatkan efisiensi logistik dan memperkuat layanan Pelabuhan Kalibaru.

“Infrastruktur ini hadir sebagai solusi kepadatan lalu lintas truk di kawasan Priok. Kami berkomitmen menghadirkan konstruksi yang aman, modern, dan berorientasi jangka panjang,” kata Joko.

Proyek sepanjang 3,8 kilometer ini menggunakan sejumlah metode konstruksi modern. PTPP memakai teknik pemancangan laut, pemasangan concrete box balance cantilever, dan lifting jembatan baja di area laut.

Beragam tipe jembatan diterapkan dalam proyek ini. Struktur yang dipasang mencakup concrete girder, concrete box girder, steel I girder, hingga steel box girder.

Project Manager NPEA Seksi II, Ikhsan Budi Prasetyo, menyebut tantangan proyek bukan hanya soal teknis. Ia menjelaskan bahwa kondisi lapangan juga menuntut perencanaan ketat.

“Desain harus memenuhi rekomendasi Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan. Kondisi tanah yang beragam dan aktivitas nelayan membuat eksekusi harus sangat cermat,” ujarnya.

PTPP menerapkan pendekatan rekayasa menyeluruh untuk menjawab tantangan tersebut. Tim ahli dan tenaga desain ditempatkan di lokasi untuk memastikan kualitas perencanaan.

Pengawasan subkontraktor diperketat. Manajemen suplai material juga dijalankan dengan pengendalian ketat agar rantai pasokan tetap lancar.

Proyek ini menggunakan skema design & build dengan durasi 20 bulan. Sistem pengawasan berkala diterapkan untuk memastikan keselamatan dan mutu konstruksi.

Pembangunan NPEA Seksi II mendukung agenda Asta Cita Pemerintah. Infrastruktur ini diharapkan memperkuat konektivitas logistik dan meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.

Joko menambahkan bahwa perpaduan antara pembangunan fisik dan program sosial menjadi nilai tambah perusahaan. Ia menyebut proyek ini harus memberi manfaat logistik sekaligus sosial.

“Kami memastikan manfaat proyek dirasakan masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar kawasan. Efisiensi logistik dan dampak sosial harus berjalan seimbang,” kata Joko.

Dengan pendekatan berbasis keberlanjutan, teknologi, dan efisiensi, PTPP menegaskan posisinya sebagai kontraktor nasional unggulan. Perusahaan ini menyatakan siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *