Mosi Tidak Percaya Dewan Pimpinan Kowani terhadap Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto Mencuat
Jakarta, Gatranews.id – Sejumlah anggota Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahjanto. Pernyataan ini tercantum dalam surat resmi bertanggal 14 November 2025 setelah melalui proses evaluasi internal, diskusi mendalam, serta pertimbangan moral dan tata kelola organisasi. Para penandatangan menilai bahwa kepemimpinan Ketua Umum tidak lagi selaras dengan prinsip demokrasi internal dan pengelolaan organisasi yang sehat. Kurangnya keterbukaan dalam pengambilan keputusan strategis dan pelaksanaan program kerja dianggap tidak sesuai dengan mandat Kongres XXVI pada Desember 2024. Selain itu, terdapat keberatan terkait dugaan penggunaan wewenang yang tidak sejalan dengan kepentingan organisasi.
Dr. dr. Ulla Nuchrawaty, MM, menyebut bahwa Ketua Umum menunjukkan kecenderungan sikap otoriter dan mengabaikan tradisi musyawarah yang selama ini menjadi dasar pengambilan keputusan di Kowani. Struktur kepengurusan juga dipersoalkan karena dianggap tidak jelas, terutama terkait pergantian pengurus yang dilakukan tanpa mekanisme penilaian kinerja yang objektif serta tanpa mempertimbangkan kapasitas masing-masing pengurus. Kondisi ini dinilai menyebabkan menurunnya soliditas internal serta melemahnya representasi nilai perjuangan perempuan Indonesia.
Dalam pernyataannya, para pengurus menegaskan bahwa mosi tidak percaya ini bukan bentuk serangan personal, melainkan langkah menjaga arah organisasi agar tetap berada pada jalur yang benar sesuai konstitusi. Sekretaris Jenderal Kowani, Tantri, menyampaikan bahwa Kowani membutuhkan pemimpin yang menjunjung demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Para penandatangan menyatakan tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Ketua Umum dan menyerukan perlunya rapat resmi Dewan Pimpinan untuk membentuk Panitia Khusus yang akan memproses pembatalan SK Ketua Umum serta menyiapkan kemungkinan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa. Langkah ini diambil demi memastikan Kowani tetap sehat, solid, dan bebas dari pertikaian internal.
