Pluang Perkuat Keamanan Pengguna dengan Sistem Tiga Lapis
Jakarta, Gatranews.id – Pluang memperkuat keamanan aplikasi investasi miliknya dengan meluncurkan Sistem Keamanan Tiga Lapis (3L). Langkah ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya kasus penipuan online, phishing, dan akun palsu yang mengatasnamakan perusahaan.
Popularitas investasi digital terus naik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tren ini ikut memicu peningkatan modus kejahatan digital. Penipu makin sering menggunakan situs tiruan, grup investasi palsu, hingga permintaan OTP dan kata sandi untuk mengambil alih akun pengguna.
CEO dan Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, menegaskan bahwa keamanan adalah prioritas utama. Ia mengatakan perusahaan terus memperkuat sistem perlindungan dan meningkatkan edukasi publik.
“Kami ingin pengguna berinvestasi dengan aman,” katanya dalam keterangan yang diterima pada Selasa (18/11).
Pluang meminta seluruh pengguna mengakses aplikasi dan situs hanya dari kanal resmi. Pengguna juga diminta mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) dan membuat PIN transaksi yang kuat. Pluang menegaskan tidak pernah meminta OTP, PIN, atau kata sandi dari pengguna.
Perusahaan juga mengingatkan pengguna agar tidak bergabung dengan grup Telegram, WhatsApp, atau media sosial yang tidak resmi. Pesan atau panggilan mencurigakan yang mengatasnamakan Pluang diminta segera diabaikan. Seluruh dugaan penipuan dapat dilaporkan langsung ke layanan pelanggan.
Pluang kini menambahkan fitur verifikasi wajah “liveness check” sebagai bagian dari sistem keamanan tiga lapis. Teknologi ini memastikan verifikasi dilakukan oleh pengguna asli, bukan foto, video, atau bot. Fitur tersebut diberlakukan untuk aktivitas penting seperti penarikan dana dari perangkat baru dan proses reset PIN.
Selain itu, Pluang meningkatkan fitur keamanan inti yang sudah ada. PIN, verifikasi biometrik, dan OTP tetap diterapkan pada setiap aktivitas penting. Untuk transaksi aset kripto, Pluang menerapkan verifikasi dua langkah melalui 2FA.
Pluang juga memastikan seluruh perlindungan data mengikuti ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Kebijakan ini diterapkan di seluruh sistem perusahaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari standar keamanan di sektor teknologi finansial.
Perusahaan merilis daftar kanal resmi agar pengguna terhindar dari penyalahgunaan nama Pluang. Pengguna hanya diminta mengakses situs, email, call center, dan WhatsApp resmi perusahaan. Pluang menyebut kanal lain tidak mewakili perusahaan dan perlu segera dilaporkan.
Aplikasi ini juga mengumumkan daftar akun media sosial resmi. Seluruh komunikasi publik dilakukan hanya melalui akun-akun tersebut. Pengguna diminta mengabaikan akun lain yang mengatasnamakan Pluang.
Per November 2025, Pluang melayani 12 juta pengguna terdaftar. Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 2.000 produk investasi. Aset tersebut mencakup kripto, saham global, ETF, emas, hingga produk reksa dana.
Pluang didirikan pada 2019 oleh Claudia Kolonas dan Richard Chua. Aplikasi ini menawarkan investasi multi-aset yang mudah dan terjangkau. Misi Pluang adalah memperluas akses masyarakat ke berbagai instrumen keuangan.
Untuk informasi lebih lanjut, publik dapat menghubungi tim PR Pluang. Kontak layanan pelanggan tersedia melalui website dan kanal resmi perusahaan. Informasi tambahan juga dapat diperoleh melalui media sosial Pluang.
