January 12, 2026

Atik Heru Dorong Penguatan BPJS Kesehatan untuk Wujudkan Layanan yang Adil

  • November 17, 2025
  • 2 min read
Atik Heru Dorong Penguatan BPJS Kesehatan untuk Wujudkan Layanan yang Adil

Jakarta, Gatranews.id – Direktur Sansekerta Consulting Group, Atik Heru Maryanti menegaskan pentingnya penguatan sistem jaminan kesehatan nasional. Ia menilai sistem tersebut harus semakin efisien dan kredibel. Sistem juga harus tetap berorientasi pada pelayanan publik yang bermutu dan berkeadilan.

Atik merupakan salah satu tokoh yang mempersiapkan transformasi PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan pada 2014. Ia memahami dinamika kelembagaan dan tantangan keberlanjutan jaminan sosial kesehatan di Indonesia. Pengalaman panjangnya membuat ia melihat BPJS Kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan Transformasi Kesehatan Nasional.

Selain itu, Atik juga memiliki latar belakang sebagai akuntan profesional. Ia memahami aspek costing, budgeting, dan financing dalam sistem kesehatan. Menurut dia, pengelolaan keuangan yang efisien dan berintegritas menjadi kunci keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“BPJS Kesehatan ke depan harus mampu bertransformasi menjadi lembaga yang lebih cost-effective, kredibel, dan akuntabel. Namun, lembaga ini tetap harus memberikan mutu pelayanan terbaik kepada masyarakat. Efisiensi harus berjalan seiring peningkatan kualitas layanan,” ujar Atik dalam keterangannya pada Senin (17/11).

Atik juga menekankan pentingnya kendali mutu dan kendali biaya. Ia menyebut penghitungan unit cost yang akurat di setiap fasilitas kesehatan menjadi faktor penting. Langkah ini dinilai dapat menjaga keseimbangan antara mutu pelayanan dan keberlanjutan finansial.

“Ke depan, sangat penting bagi BPJS Kesehatan untuk memiliki program strategis dalam mencari alternatif sumber pembiayaan. Langkah ini akan memperkuat ketahanan keuangan lembaga,” katanya.

Ia menilai upaya tersebut dapat mendorong terwujudnya universal health coverage yang lebih merata dan berkeadilan. Apalagi, menurutnya langkah penguatan itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Agenda tersebut menempatkan pembangunan manusia, ketahanan kesehatan, dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.

Atik memiliki rekam jejak panjang di sektor kesehatan. Ia pernah menjadi Komisaris PT Kimia Farma dan Direktur RS BUMN Antam Medika. Ia juga pernah menjadi Tenaga Ahli Menteri Kesehatan dan Komisaris Utama PT Sansekerta Medika Indonesia. Selain itu, ia aktif sebagai akademisi di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia.

Kolaborasinya dengan lembaga internasional seperti WHO, Bank Dunia, dan ADB turut memperkuat kapasitasnya. Atik dinilai memiliki wawasan global dan kepemimpinan yang kuat. Ia diyakini mampu mendorong BPJS Kesehatan menjadi lembaga yang tangguh, modern, dan berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *