February 4, 2026

BSKJI–SSCX Perkuat Daya Saing Lewat Kolaborasi Jasa Industri

  • November 13, 2025
  • 3 min read
BSKJI–SSCX Perkuat Daya Saing Lewat Kolaborasi Jasa Industri

Jakarta, Gatranews.id – Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian menggandeng PT SSCX International untuk memperkuat sektor jasa industri nasional. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem jasa industri yang efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kepala BSKJI Emmy Suryandari mengatakan, kerja sama dengan SSCX merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendorong transformasi industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Jasa industri berperan penting sebagai penggerak efisiensi dan inovasi di sektor manufaktur. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha dibutuhkan agar industri kita mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/11).

Menurut Emmy, sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi penopang utama perekonomian nasional. Pada triwulan III tahun 2025, kontribusi sektor ini terhadap PDB mencapai 17,39% dengan pertumbuhan 5,58%.

“Investasi yang masuk ke sektor industri juga terus meningkat, dan ekspor nonmigas tetap menjadi kontributor terbesar dalam perdagangan nasional,” katanya.

Plt Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa Industri (POPTIKJI), Restu Yuni Widayati, menambahkan bahwa jasa industri kini menjadi tulang punggung baru dalam mendukung pertumbuhan manufaktur.

“Jasa industri adalah enabler yang memungkinkan rantai produksi berjalan efisien dan terintegrasi, mulai dari riset hingga layanan purna jual,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2022, terdapat tujuh sasaran pengembangan jasa industri, termasuk peningkatan kemampuan jasa industri dalam negeri, penguatan infrastruktur pendukung, serta pengembangan SDM yang kompeten.

“BSKJI telah menyusun Roadmap Pengembangan Jasa Industri 2025–2045 untuk memperkuat daya saing dan memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional,” kata Restu.

BSKJI menargetkan kontribusi jasa industri meningkat menjadi 4,78% terhadap PDB nasional pada tahun 2045. Tahap pertama pengembangan (2025–2029) difokuskan pada pembentukan ekosistem jasa industri yang sehat dan terintegrasi.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Kolaborasi BSKJI dan SSCX International diwujudkan melalui serangkaian kegiatan sepanjang 2025. Program dimulai dari Webinar Operational Excellence bertema “Produktif dalam Efisiensi melalui Operational Excellence” pada Maret 2025, yang menghadirkan CEO PT SSCX International Rifki Rizal Derrian dan Iryanti Djaja dari PT Sinar Mas Agribusiness and Food.

Webinar kedua digelar pada Juni 2025 dengan fokus pada penerapan Lean Six Sigma untuk meningkatkan efisiensi industri. Selain itu, SSCX juga berpartisipasi dalam bimbingan teknis konsultan industri berdasarkan SKKNI Nomor 24 Tahun 2019 serta terlibat dalam penjurian Indonesia Industrial Services Awards (IdSAs) dan Operational Excellence Conference (OPEXCON) 2025.

Puncak kolaborasi ditandai dengan penganugerahan IdSAs dan OPEXCON 2025 sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku jasa industri yang berhasil meningkatkan inovasi, efisiensi, dan pengembangan SDM.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus bertransformasi,” ujar Emmy.

Emmy menegaskan, BSKJI akan terus memperluas kerja sama strategis dengan berbagai mitra untuk memastikan sektor jasa industri tumbuh kuat dan berkelanjutan.

“Inilah langkah nyata kita menuju transformasi industri yang inklusif dan berdaya saing global,” ujarnya.

Restu menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengembangan jasa industri.

“Kemajuan industri nasional tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Butuh partisipasi aktif dunia usaha, asosiasi, dan lembaga pendidikan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *