February 4, 2026

Gedung MK Didemo Massa Tuntut Arsul Sani Mundur dari Hakim Konstitusi

  • November 13, 2025
  • 2 min read
Gedung MK Didemo Massa Tuntut Arsul Sani Mundur dari Hakim Konstitusi

Jakarta, Gatranews.id – Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta Pusat didemo ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan pada Kamis, 13 November. Massa menuntut Hakim MK Arsul Sani segera mundur dari jabatannya karena dianggap melanggar administrasi dalam persyaratan menjadi hakim konstitusi.

Koordinator aksi, Edy Marjuki, mengatakan bahwa Universitas Collegium Humanum Warsaw Management University tempat Arsul Sani dikabarkan memperoleh ijazah, telah dinyatakan sebagai bagian dari skema kriminal terorganisir oleh lembaga antikorupsi Central Anti-Corruption Bureau (CAB) Polandia. “Lembaga antikorupsi Polandia telah menangkap beberapa pimpinan dan pejabat universitas, termasuk pro-rektor, akibat praktik jual beli ijazah palsu,” ujar Edy.

Menurut Edy, praktik penggunaan ijazah ilegal atau palsu yang didapat dari universitas yang terlibat dalam skandal jual beli ijazah sangat tidak dibenarkan secara hukum, khususnya hukum pidana di Indonesia. “Penggunaan dokumen palsu merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam beberapa pasal, terutama Pasal 263 KUHP untuk pemalsuan surat umum, Pasal 391 UU 1/2023 yang mengatur pemalsuan surat dalam KUHP baru, Pasal 272 UU 1/2023 khusus untuk ijazah dan sertifikat, serta Pasal 35 UU ITE untuk dokumen elektronik palsu,” jelasnya.

Edy menegaskan, penggunaan dokumen palsu dapat diancam dengan hukuman penjara dan mencoreng nama baik Mahkamah Konstitusi. “Hal ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga hukum tertinggi di Indonesia,” tambahnya.

Massa aksi mendesak Arsul Sani untuk mundur dari jabatannya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi. “Kami dari Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan meminta Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban dan etika sebagai pejabat publik,” kata Edy.

Selain itu, massa juga meminta aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan penggunaan ijazah palsu atau ilegal milik Arsul Sani yang didapat dari Universitas Collegium Humanum Warsaw Management University pada tahun 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *