Industri Manufaktur Tumbuh, Kemenperin Pamerkan Capaian Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran
Jakarta, Gatranews.id – Kinerja industri manufaktur nasional menunjukkan tren positif pada tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58% (yoy) pada triwulan III 2025. Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04%.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti sektor manufaktur tetap ekspansif dan berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian.
“Produksi industri nasional mampu menciptakan nilai tambah tinggi dan berkontribusi penting bagi pemerataan ekonomi menuju Indonesia maju dan sejahtera,” ujarnya dalam pembukaan Pameran Showcase Program Unggulan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran di Jakarta.
Pameran bertema “Satu Tahun Industrialisasi, Ekonomi Indonesia Tumbuh Tangguh” digelar pada 5–9 November 2025 di Gandaria City, Jakarta Selatan. Acara ini menampilkan capaian, inovasi, dan kontribusi industri nasional dalam mendukung visi Asta Cita Presiden dan program kemandirian ekonomi nasional.
Kemenperin menampilkan lebih dari 50 pelaku industri binaan. Berbagai zona tematik disiapkan, mulai dari industri makanan-minuman, kimia-farmasi, tekstil, alat kesehatan, hingga hilirisasi industri berbasis sumber daya alam. Zona inovasi dan pelayanan publik juga dihadirkan agar masyarakat dapat mengenal teknologi industri dan digitalisasi manufaktur.
Agus menilai pameran ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat industri.
“Momentum ini menandakan Indonesia siap memasuki masa depan industri yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.
Pertumbuhan dan Investasi Naik
Selama Oktober 2024 hingga Juni 2025, realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp 568,4 triliun atau 40,72% dari total investasi nasional. Nilai tambah manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia juga meningkat menjadi USD 265,07 miliar pada 2024, menurut data Bank Dunia dan PBB.
Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 17,39% pada triwulan III 2025. Angka itu menempatkan sektor pengolahan nonmigas sebagai penyumbang terbesar PDB nasional.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan industrialisasi melalui berbagai program strategis. Di antaranya peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), penguatan industri halal, transformasi digital industri 4.0, serta pemberian insentif bagi industri padat karya.
“Capaian sektor industri tidak lepas dari arahan Presiden Prabowo yang menekankan pembangunan industri berbasis hilirisasi dan digitalisasi. Kami optimistis kinerja positif ini akan terus berlanjut,” kata Agus.
