January 12, 2026

Kemenkop Gelar Pelatihan Pendamping untuk Percepat Operasional Kopdes Merah Putih

  • November 4, 2025
  • 2 min read
Kemenkop Gelar Pelatihan Pendamping untuk Percepat Operasional Kopdes Merah Putih

Surabaya, Gatranews.id – Kementerian Koperasi menggelar Kick-Off Pelatihan Pendamping Kopdes/Kelurahan Merah Putih di Surabaya. Kegiatan ini digelar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Program ini menjadi bagian dari percepatan operasionalisasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Kebijakannya mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari menegaskan pentingnya peran pendamping dalam keberlanjutan koperasi. Ia menyebut pendamping berperan strategis dalam mendorong koperasi yang profesional.

“Pendamping bukan hanya fasilitator administratif, tetapi business coach yang membantu memetakan potensi desa, membangun kolaborasi, dan memastikan digitalisasi melalui SIMKOPDES,” ujar Destry, Selasa (4/11).

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa.

Pelatihan menyasar 2.129 pendamping. Mereka terdiri dari 836 Business Assistant, 78 anggota Project Management Office, 802 Tenaga Pendamping Desa, 131 Tenaga Pendamping Kapasitas Usaha, dan 285 Penyuluh Perikanan.

Kegiatan berlangsung selama lima hari dengan dukungan akademisi, praktisi koperasi, dan lembaga pelatihan. Selain untuk pendamping, pelatihan juga diberikan kepada 16.988 pengurus Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Jawa Timur sejak 27 Oktober hingga 29 November 2025.

Pada kesempatan yang sama, Kemenkop menandatangani kerja sama dengan Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, dan STIESIA Surabaya. Kerja sama ini mencakup dukungan akademik, riset, dan pelatihan lanjutan bagi SDM koperasi.

“Kolaborasi kampus diperlukan karena Kopdes Merah Putih akan mendorong kemandirian ekonomi desa dan memperkuat rantai pasok lokal,” kata Destry.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program ini. Ia menilai Jawa Timur memiliki modal besar dalam penguatan koperasi rakyat.

“Jawa Timur memiliki 29.930 koperasi aktif, termasuk 8.494 Kopdes/Kelurahan Merah Putih. Ini menjadi kekuatan strategis membangun ekonomi rakyat dari desa,” kata Emil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *