Sisters in Harmony: Tiga Saudari, Satu Panggung, Satu Cerita
Bogor, Gatranews.id – Akhir pekan di AEON Mall Sentul City tak hanya soal belanja. Sabtu (1/11) sore itu, panggung Canal Stage berubah menjadi ruang hangat. Musik, keluarga, dan air mata haru bertemu dalam satu tajuk: Sisters In Harmony.
Tiga perempuan muda tampil bukan sekadar musisi, tetapi saudari yang saling menopang dalam hidup dan karya.
Mereka adalah Saphira Adya, Nadia Dari, dan Gaby Rosse. Tiga nama, satu ikatan darah, satu perjalanan yang dipertontonkan lewat lagu. Mereka tumbuh bersama musik sejak kecil. Kini, mereka membawanya ke panggung. Gratis. Terbuka untuk siapa saja.
Saphira adalah sulung yang penuh ketenangan. Ia menulis lagu dengan gaya liris yang jujur. “Lelah” menjadi ruang aman bagi siapa saja yang pernah pura-pura kuat.
Nadia, sang anak tengah, merayakan luka dengan cara berbeda. Ia merilis single “Jauh”, lagu syahdu untuk mengenang kucing kesayangannya, Choky. Lagu itu lahir dari kehilangan yang terlalu dekat, terlalu personal.
Gaby, si bungsu, tumbuh sebagai figur ceria dunia digital. Ia membawa energi Gen Z lewat dua single: “World Around Us” dan “Tak Searah”. Dunia media sosial membuatnya dikenal lebih dulu, tapi musik tetap menjadi rumah asal.

Ketiganya tampil kompak. “Kami ingin membagikan pengalaman yang menghibur dan menginspirasi tentang arti keluarga,” kata Sasha, Nadia, dan Gaby.
Bagi mereka, panggung adalah ruang untuk merayakan kasih yang tak lekang oleh waktu.
Kolaborasi, Bukan Sekadar Konser
Sisters In Harmony bukan pertunjukan tunggal. Ia terhubung dengan program Road to Cerita Langit Jingga, yang merangkai musik, kisah, dan kolaborasi lintas generasi. Nama Trisikom (3COM) ada di baliknya. Mereka pernah sukses menggelar festival musik Cerita Langit Jingga pada 2023. Tahun ini, mereka membawa nuansa yang lebih intim.
Band Geisha tampil sebagai bintang tamu. Mereka akan membawakan lagu-lagu hits bersama tiga saudari itu. Penonton diajak bernyanyi dalam suasana yang lebih personal, seperti berada di ruang tengah keluarga.
Teknologi dan Edukasi Ikut Masuk Panggung
Bukan hanya musik, ada ruang belajar di tengah acara. Sekolah VR Keliling hadir sejak pagi. Sebuah bus edukasi yang mengajak pengunjung menjelajah luar angkasa melalui teknologi virtual reality. Gratis. Terbuka untuk anak-anak, termasuk puluhan anak yatim yang diundang khusus.
CEO WIR Group, Stephen Ng, menyebut kolaborasi ini sebagai jembatan generasi. “Mereka mewakili anak muda yang smart, punya visi membangun negeri,” ujarnya.
