Onadio Leonardo dan Istri Terjerat Kasus Narkoba Dua Bulan Setelah Dikaruniai Anak Kedua
Jakarta, Gatranews.id – Musisi dan aktor Onadio Leonardo tengah menjadi sorotan publik setelah dirinya bersama sang istri, Beby Prisillia, ditangkap aparat kepolisian atas dugaan penyalahgunaan narkoba. Peristiwa ini terjadi hanya dua bulan setelah kelahiran anak kedua mereka, yang sebelumnya dirayakan penuh kebahagiaan di media sosial.
Penangkapan pasangan ini dilakukan oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di kawasan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Polisi menyebut, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan seorang tersangka lain di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dari penangkapan tersebut, aparat kemudian menelusuri jaringan yang mengarah pada Onadio dan Beby hingga akhirnya keduanya diamankan di kediaman mereka.
Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa satu lembar papir, satu plastik kecil berisi batang ganja kering, satu kotak kecil, serta tiga unit telepon genggam. Meski barang bukti yang ditemukan relatif kecil, polisi menyebut ada indikasi penggunaan ekstasi oleh keduanya, namun barang tersebut telah habis dipakai sebelum dilakukan penangkapan. Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami sumber perolehan narkotika dan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Penangkapan Onadio dan istrinya terjadi di tengah euforia keluarga mereka yang baru saja dikaruniai anak kedua. Pada 8 September 2025 lalu, Beby Prisillia melahirkan seorang bayi perempuan bernama Janeera Deluca Leonardo Wage. Momen bahagia itu sempat diunggah Onad di akun media sosial pribadinya, menandai awal babak baru dalam kehidupan rumah tangganya. Namun hanya berselang dua bulan, kebahagiaan itu kini berubah menjadi ujian besar bagi keluarga kecil tersebut.
Kasus ini sontak menarik perhatian publik. Banyak yang menyayangkan keputusan pasangan tersebut, terlebih Onadio dikenal sebagai sosok yang telah berusaha memperbaiki citra setelah masa lalu kelamnya dengan dunia malam. Sebagai mantan vokalis band Killing Me Inside, Onad dikenal terbuka soal perjalanan hidupnya, termasuk perjuangannya melawan kecanduan di masa lalu. Namun kejadian terbaru ini kembali menimbulkan tanda tanya besar mengenai perjuangannya untuk benar-benar lepas dari lingkaran gelap tersebut.
Di sisi lain, berbagai tokoh publik juga ikut menanggapi kasus ini. Pendakwah Habib Jafar melalui unggahan di media sosial menyampaikan rasa prihatin dan berharap Onadio serta Beby bisa segera menyadari kesalahan mereka. Ia menegaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Sejumlah warganet pun menuliskan komentar bernada kecewa sekaligus berharap keduanya mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri.
Kepolisian hingga kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Onadio dan Beby. Keduanya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur ancaman hukuman bagi penyalahgunaan dan kepemilikan narkoba. Meski demikian, penyidik belum memberikan keterangan detail mengenai status hukum mereka apakah hanya sebagai pengguna atau juga terlibat dalam jaringan peredaran.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan selebritas masih menjadi persoalan serius di industri hiburan Indonesia. Tekanan pekerjaan, gaya hidup, hingga eksposur publik sering kali menjadi pemicu bagi sebagian figur terkenal untuk mencari pelarian yang salah. Dalam konteks ini, kisah Onadio dan Beby menjadi cermin bahwa ketenaran dan kebahagiaan di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di balik layar kehidupan pribadi mereka.
Meski begitu, publik diimbau untuk tetap menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dan menjunjung asas praduga tak bersalah. Setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk mereka yang tersandung masalah hukum. Onadio Leonardo dan Beby Prisillia kini menghadapi konsekuensi dari perbuatan mereka, sekaligus ujian besar bagi keluarga kecil yang baru saja tumbuh.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi banyak pihak, terutama generasi muda dan publik figur, agar menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Kehidupan yang sehat, dukungan keluarga, dan lingkungan yang positif menjadi kunci utama untuk tetap berkarya tanpa harus mengorbankan masa depan.
