January 12, 2026

Menteri Maman Minta Maaf Soal Pernyataan Produk Imitasi

  • October 22, 2025
  • 2 min read
Menteri Maman Minta Maaf Soal Pernyataan Produk Imitasi

Jakarta, Gatranews.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurahman menyampaikan permintaan maaf atas usulannya agar UMKM membuat barang tiruan. Pasalnya, pernyataannya itu sempat menjadi sorotan dan menuai kritik publik.

Ia menegaskan, maksud ucapannya bukan untuk membenarkan praktik produksi barang palsu. “Memang respons publik banyak yang menyayangkan dan mengkritisi terkait isu barang KW ini. Saya minta maaf kalau memang dipersepsikan seperti itu,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/10).

Ia menjelaskan, pernyataan itu sebenarnya bertujuan agar UMKM mencontoh proses industrialisasi di Korea Selatan dan Tiongkok. Dua negara itu, kata dia, berhasil mengembangkan industri manufakturnya dengan meniru, lalu menyempurnakan produk asing menjadi merek berkualitas dunia.

“Saya mau mulai dari Korea Selatan dan Cina yang industrialisasinya berhasil. Korea Selatan tahun 1960 memulai industrialisasinya dengan meniru produk-produk dari negara lain. Contohnya kipas angin, ditiru hingga sekarang punya LG. Kalau istilahnya sekarang, amati, tiru, modifikasi,” jelasnya.

Namun, ia mengakui kesalahannya yang menggunakan analogi pelesetan merek terkenal. Maman menegaskan, pernyataannya bukan berarti mendukung praktik produksi barang palsu yang melanggar hak kekayaan intelektual (HKI).

“Seakan-akan saya mendukung produk-produk KW itu. Tapi maksud saya bukan itu,” katanya.

Fokus pada Transformasi

Ia menambahkan, inti dari pernyataannya adalah dorongan agar pelaku usaha Indonesia bisa melakukan transformasi menuju produk berkualitas melalui proses inovasi dan penyempurnaan.

“Di Korsel, penekanannya bukan membuat produk imitasinya, tapi transformasi dari penyempurnaan produk imitasi itu menjadi sebuah produk berkualitas,” tuturnya.

“Cina juga berhasil membuat produk yang diimitasikan menjadi produk yang berkualitas.”

Maman menegaskan kembali bahwa pemerintah tidak akan mengesampingkan aspek perlindungan hak intelektual. Oleh karena itu, ia menutup pernyataannya dengan permintaan maaf kepada publik atas kesalahpahaman yang muncul.

“Saya mohon maaf kalau memang publik berpikir saya mendukung produk KW dan sebagainya. Sekali lagi saya sebagai Menteri harus fair, mengatakan bahwa itu adalah kesalahan dalam penyampaian dalam kunjungan kemarin,” ucapnya.

Diketahui, pernyataan soal produk imitasi ini bermula saat Maman menilai UMKM Tanah Air berdarah-darah akibat gempuran produk impor asal Cina. Terlebih lagi, ia sebagai Menteri UMKM bertugas melindungi UMKM agar tetap tumbuh.

Di tengah kondisi itu, terdapat oknum pegawai Bea Cukai yang bertindak di luar koridor. Akibatnya barang-barang yang sebenarnya ilegal bisa masuk ke Indonesia hingga merugikan UMKM lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *