Menteri LH Hanif Faisol dan ICBA Bahas Penguatan Ekosistem Karbon
Gatranews.id – Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance (ICBA) mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran ICBA sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan ekosistem karbon nasional yang berkelanjutan.
Pertemuan ini membahas secara mendalam peran ICBA dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait pengelolaan dan perdagangan karbon.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan fokus pada pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga masyarakat. Tujuannya adalah membangun sistem karbon yang transparan, inklusif, serta berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, ICBA menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam memperluas inisiatif konservasi keanekaragaman hayati yang terintegrasi dengan pasar karbon.
Hal ini dianggap penting agar kebijakan lingkungan tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Apa yang Dibahas Terkait Perpres Nomor 110 Tahun 2025?
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon.
Regulasi yang baru diluncurkan pada 10 Oktober 2025 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola pasar karbon nasional. Perpres tersebut membuka peluang investasi hijau, memperluas partisipasi berbagai sektor, dan mendukung target net zero emission Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ICBA. Menurutnya, peran organisasi seperti ICBA sangat krusial dalam memastikan kebijakan karbon berjalan efektif dan berdampak luas.
“ICBA memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara pelaku usaha, lembaga penelitian, dan pemerintah dalam memastikan nilai ekonomi karbon dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Hanif.
Bagaimana ICBA Menyambut Terbitnya Perpres 110 Tahun 2025?
Ketua Umum ICBA, Rob Raffael Kardinal, menyatakan bahwa pihaknya menyambut dengan antusias terbitnya Perpres 110/2025.
Ia menilai regulasi tersebut memberikan kepastian hukum dan arah yang jelas bagi pengembangan pasar karbon di Indonesia.
“Kami menyambut gembira hadirnya Perpres 110/2025 sebagai kerangka hukum yang jelas dan progresif bagi penyelenggaraan nilai ekonomi karbon di Indonesia,” ujarnya.
Rob juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan pasar karbon yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
“Peraturan ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan para pemangku kepentingan. Melalui sinergi ini, ICBA ingin memastikan implementasi pasar karbon tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.
Apa Langkah Strategis ICBA ke Depan?
Lebih lanjut, Rob Raffael Kardinal menegaskan kesiapan ICBA untuk menjadi katalis dalam mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan regulator guna menciptakan ekosistem karbon Indonesia yang kredibel, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“ICBA siap menjadi katalis dalam mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan regulator untuk menciptakan ekosistem karbon Indonesia yang kredibel, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menandai awal dari kemitraan strategis yang diharapkan dapat mempercepat implementasi kebijakan karbon nasional secara efektif.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi pondasi penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam pasar karbon global sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Selain Menteri Lingkungan Hidup dan Ketua Umum ICBA, pertemuan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup hadir Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc, selaku Staf Ahli Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya.
Dari ICBA, hadir Muhammad Bagus Pratomo (Sekretaris Jenderal), Johan Putra Seto (Bendahara Umum), Handoko dan Maximillian Prawira (Wakil Ketua Umum), serta Dio Irsandi, Aldian Sitompul, dan Muhammad Yoga Anindito (Wakil Sekretaris Jenderal).
