January 12, 2026

Menperin Dukung Beiken Energy Kembangkan Proyek Coal to Chemical

  • October 13, 2025
  • 2 min read
Menperin Dukung Beiken Energy Kembangkan Proyek Coal to Chemical

Jakarta, Gatranews.id – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendukung kerja sama strategis dengan Beiken Energy Group Co., Ltd. untuk mengembangkan proyek Coal to Chemical. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok industri kimia nasional melalui pemanfaatan batubara sebagai bahan baku petrokimia bernilai tinggi.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri Coal to Chemical, khususnya untuk menghasilkan produk turunan seperti metanol, olefin, propilena, poliolefin, BDO, dan bahan kimia lanjutan lainnya,” ujar Agus seusai bertemu dengan Beiken Energy di Shanghai, Tiongkok, Jumat (10/10).

Menurut Agus, kolaborasi dengan Beiken Energy diharapkan dapat mempercepat hilirisasi industri kimia nasional. Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah batubara, dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Beiken Energy merupakan perusahaan asal Beijing yang berdiri sejak 2009. Perusahaan ini memiliki keahlian di bidang rekayasa terintegrasi, eksplorasi dan produksi minyak dan gas. Serta teknologi konversi energi, termasuk gasifikasi batubara.

Teknologi gasifikasi yang dikembangkan Beiken berpotensi mendorong transformasi industri batubara Indonesia dari sekadar bahan bakar menuju industri kimia bernilai tinggi. Produk turunannya antara lain poliolefin dan BDO (1,4-Butanediol).

Agus menjelaskan, teknologi Beiken mampu mengatasi tantangan pemrosesan batubara kalori rendah dan menghadapi kondisi ekstrem seperti tekanan dan suhu tinggi. Pendekatan ini dinilai dapat memperkuat hilirisasi industri kimia nasional serta membuka peluang kolaborasi di sektor berbasis gasifikasi.

Peluang Kerja Sama

Saat ini Beiken belum berinvestasi di Indonesia. Namun, perusahaan tersebut menyatakan minatnya untuk menjajaki peluang kerja sama, terutama dalam pengembangan gasifikasi batubara kalori rendah.

“Teknologi Beiken dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pemrosesan batubara kalori rendah menjadi bahan kimia bernilai tambah. Hal ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional untuk memperkuat industri kimia dasar dan mengurangi impor bahan baku,” kata Agus.

Pengembangan Coal to Chemical menjadi bagian penting dari strategi industrialisasi nasional. Program ini menekankan peningkatan nilai tambah serta efisiensi rantai pasok industri.

Kerja sama dengan mitra internasional seperti Beiken yang memiliki keunggulan teknologi diharapkan memperkuat kapasitas industri kimia nasional. Salah satu fokusnya adalah produksi metanol sebagai bahan antara untuk olefin, propilena, poliolefin, dan produk petrokimia lainnya.

Pertemuan dengan Beiken Energy menjadi momentum memperkuat kerja sama internasional berbasis inovasi teknologi. Kementerian Perindustrian berkomitmen menjembatani sinergi antara pelaku industri dalam negeri dan mitra global untuk memperkuat daya saing serta memperluas investasi di sektor kimia hilir.

“Dengan dukungan mitra strategis seperti Beiken Energy, kami optimistis proyek Coal to Chemical dapat mempercepat terbentuknya ekosistem industri kimia yang tangguh, efisien, dan berdaya saing global,” tutur Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *