January 9, 2026

Universitas Binawan Resmikan Unit Layanan Disabilitas dan Gelar Pelatihan Inklusif

  • October 9, 2025
  • 2 min read
Universitas Binawan Resmikan Unit Layanan Disabilitas dan Gelar Pelatihan Inklusif

Jakarta, Gatranews.id — Universitas Binawan resmi meluncurkan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang diberi nama Binawan University Inclusive Center (BUIC). Peresmian yang digelar pada Senin, 29 September 2025, ini menjadi langkah nyata kampus dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Prof. Henny Suzana Mediani, SKp, M.Ng, PhD, serta Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya Farouk Abdullah Alwyni, MA, MBA, ACSI, CDIF. Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Sosial RI, Komisi Nasional Disabilitas, dan Dinas Sosial DKI Jakarta, yang memberikan dukungan terhadap komitmen Universitas Binawan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif.

Dalam sambutannya, Prof. Henny menyampaikan bahwa pendirian BUIC merupakan bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Melalui BUIC, kami berkomitmen menciptakan kampus yang berdaya saing global, berakhlak, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali,” ujarnya.

Sementara itu, Farouk Abdullah Alwyni menegaskan bahwa BUIC sejalan dengan nilai utama Universitas Binawan, yaitu Internasional dan Berakhlak. Menurutnya, keberadaan pusat layanan ini akan memastikan seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh dukungan optimal untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal karena keterbatasan fisik atau kondisi lainnya,” katanya.

Pelatihan Layanan Disabilitas

Usai peresmian dan peninjauan sekretariat BUIC, Universitas Binawan juga menggelar Pelatihan Layanan Disabilitas yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa relawan. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Weningsih Cummins, praktisi pendidikan inklusif, dan Budi Santoso, M.Pd, trainer inklusi pendidikan.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai berbagai ragam disabilitas serta etika dalam berinteraksi dengan penyandang disabilitas. Selain itu, peserta juga diajarkan strategi pengajaran adaptif bagi mahasiswa dengan disabilitas netra, serta keterampilan orientasi dan mobilitas bagi pendamping agar dapat memberikan dukungan yang efektif di lingkungan kampus.

Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan berhak memperoleh sertifikat kompetensi eksklusif dari Universitas Binawan. Sertifikat ini menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan mereka dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berempati.

Kehadiran BUIC serta penyelenggaraan pelatihan inklusif ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Universitas Binawan dalam memperkuat layanan pendidikan yang setara dan berkeadilan. Langkah ini juga menegaskan komitmen universitas untuk mewujudkan kampus digital yang inklusif, berdaya saing global, dan berakhlak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *