January 9, 2026

WIMA Indonesia Dorong Kolaborasi Regional untuk Perlindungan Laut di Selat Malaka dan Singapura

  • October 7, 2025
  • 2 min read
WIMA Indonesia Dorong Kolaborasi Regional untuk Perlindungan Laut di Selat Malaka dan Singapura

Penang, Gatranews.id — Women in Maritime Indonesia (WIMA INA) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama regional dalam menjaga kelestarian lingkungan laut di Selat Malaka dan Selat Singapura. Komitmen tersebut disampaikan dalam 16th Cooperation Forum (CF-16) yang berlangsung pada 29 September–2 Oktober 2025 di Penang, Malaysia.

Forum ini mempertemukan negara-negara pantai, negara pengguna, lembaga internasional, industri maritim, dan organisasi masyarakat sipil. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Co-operative Mechanism on the Safety of Navigation and Environmental Protection in the Straits of Malacca and Singapore, sebuah inisiatif kerja sama yang berfokus pada keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan di jalur maritim strategis tersebut.

Ketua Umum WIMA Indonesia Dr. Chandra Motik Yusuf menegaskan bahwa perlindungan laut tidak dapat hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.

“Hukum memberi kerangka, namun kemajuan nyata bergantung pada kolaborasi manusia — termasuk keterlibatan aktif perempuan dan komunitas. WIMA Indonesia percaya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan laut, khususnya di Selat Malaka dan Selat Singapura yang menjadi jalur vital perdagangan dunia,” ujarnya.

Dalam sesi bertema “Enhancing Marine Environmental Protection in the Straits of Malacca and Singapore”, WIMA INA menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor. Organisasi ini juga menyoroti kerja sama yang telah terjalin dengan WIMA Malaysia dan berbagai pemangku kepentingan industri untuk memperkuat upaya perlindungan lingkungan laut.

Ke depan, WIMA INA berencana melaksanakan sejumlah program strategis, antara lain kampanye kesadaran publik tentang isu kelautan, penguatan kapasitas perempuan di sektor maritim, serta kolaborasi regional dalam pencegahan polusi laut.

CF-16 menjadi ajang penting bagi tiga negara pantai — Indonesia, Malaysia, dan Singapura — bersama mitra internasional, untuk membahas berbagai isu strategis seperti keselamatan navigasi, pengendalian polusi, dan transisi energi di sektor maritim. Forum ini menegaskan kembali bahwa keberlanjutan Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

“Dengan semangat kolaborasi dan peran aktif perempuan di sektor maritim, WIMA Indonesia siap berkontribusi, bekerja sama, dan memberikan inspirasi. Bersama negara pantai, negara pengguna, dan mitra internasional, kami percaya Selat Malaka dan Selat Singapura dapat tetap aman, bersih, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Dr. Chandra Motik Yusuf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *