January 12, 2026

Maket Gedung Parlemen RI Karya Pola Raya Jadi Suvenir Diplomatik di Jepang, AS, dan Turki

  • September 14, 2025
  • 2 min read
Maket Gedung Parlemen RI Karya Pola Raya Jadi Suvenir Diplomatik di Jepang, AS, dan Turki

Jakarta, Gatranews.id – Studio maket arsitektur asal Jakarta, Pola Raya, kembali menegaskan kiprah globalnya. Karya maket Gedung Parlemen Republik Indonesia atau Gedung Nusantara digunakan sebagai suvenir diplomatik dalam rangkaian lawatan Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS), Kawendra Lukistian, ke Jepang, Amerika Serikat, dan Turki pada Agustus 2025.

Perjalanan Kawendra bersama rombongan GEKRAFS diawali di Jepang pada 20–21 Agustus 2025 dengan peresmian Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Jepang di KJRI Osaka. Lawatan berlanjut ke Amerika Serikat pada 24 Agustus 2025 saat penyelenggaraan Arizona IndoFest 2025 di Chandler, Arizona, yang dibuka oleh Congressman Greg Stanton dan Wakil Ketua MPR RI. Terakhir, GEKRAFS melantik DPLN Turki di Istanbul pada 26–27 Agustus 2025.

Dalam setiap rangkaian acara itu, maket Gedung Nusantara dibawa sebagai suvenir resmi. Pihak Pola Raya menyebut langkah tersebut sebagai bentuk dukungan bagi ekosistem kreatif Indonesia di tiga negara.

Nama Pola Raya bukan kali pertama mencuat di panggung global. Pada 2023, maket Ibu Kota Nusantara (IKN) karya mereka tampil di Hannover Messe 2023 di Jerman. Presiden Joko Widodo bahkan menggunakan maket tersebut saat mempresentasikan proyek IKN kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Maket yang ditampilkan kala itu menarik perhatian karena memadukan pengerjaan handmade dengan teknologi mutakhir seperti IoT, kecerdasan buatan (AI), dan additive manufacturing. Pola Raya juga menjadi satu-satunya perajin maket asal Indonesia yang hadir di ajang industri berskala dunia tersebut.

“Kami bangga dapat membawa karya kami ke ajang Hannover Messe 2023 dan menjadi satu-satunya maket buatan Indonesia yang tampil di sini,” ujar Direktur Pola Raya, Mohamad Amin, saat itu.

Gedung Nusantara, Ikon Arsitektur dan Demokrasi

Gedung Nusantara dengan kubah hijau ikoniknya telah menjadi pusat kegiatan parlemen Indonesia sejak 1960-an. Publik kerap menyebutnya sebagai “Gedung Kura-kura”. Selain nilai arsitektural, gedung ini juga merekam berbagai momen penting kenegaraan, termasuk pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2024–2029.

Dalam konteks diplomasi, maket dipandang efektif sebagai media visualisasi dan komunikasi. Bentuknya yang ringkas dan representatif memungkinkan penyampaian pesan budaya maupun identitas negara secara lebih kuat.

Pola Raya Studio merupakan perusahaan arsitektur dengan pengalaman lebih dari empat dekade. Perusahaan ini memiliki workshop seluas sekitar 5.000 meter persegi, tim ahli lebih dari 50 orang, dan kapasitas produksi lebih dari 10.000 maket.

Mereka mengembangkan tiga kategori maket, yakni Classic, Smart Interaktif, dan Smart Imersif, yang digunakan lintas sektor mulai dari arsitektur, properti, hingga kebutuhan presentasi diplomasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *