February 4, 2026

Timothy Ronald Punya 11 Juta Saham BBCA, Dijuluki Warren Buffett Muda Indonesia

  • August 27, 2025
  • 2 min read
Timothy Ronald Punya 11 Juta Saham BBCA, Dijuluki Warren Buffett Muda Indonesia

Jakarta, Gatranews.id – Nama Timothy Ronald semakin banyak diperbincangkan setelah di usia 24 tahun ia berhasil menguasai 11 juta lembar saham Bank Central Asia (BBCA). Kepemilikan tersebut membuatnya masuk dalam jajaran investor muda paling berpengaruh di Indonesia dan mendapat julukan “Warren Buffett muda Indonesia.”

Perjalanan Timothy di dunia investasi dimulai sejak usia 14 tahun. Saat remaja, ia mendalami buku-buku klasik karya Benjamin Graham, sosok yang dikenal sebagai mentor Warren Buffett. Dari literatur inilah Timothy belajar melihat saham bukan hanya angka atau grafik, melainkan representasi dari sebuah perusahaan. Prinsip inilah yang terus ia pegang selama lebih dari satu dekade berkecimpung di pasar modal, yaitu memilih perusahaan dengan fundamental kuat lalu menahannya untuk jangka panjang.

Kepemilikan 11 juta saham BBCA bagi Timothy bukan langkah spekulatif. Ia menilai BBCA merupakan bank dengan stabilitas tinggi, kepercayaan publik yang kuat, serta prospek pertumbuhan yang solid di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa investasi sejati membutuhkan kesabaran dan disiplin, sedangkan keuntungan hanyalah hasil dari konsistensi menerapkan prinsip yang benar.

Langkah besar ini sekaligus menunjukkan keyakinan Timothy terhadap masa depan ekonomi Indonesia yang terus berkembang dan semakin diakui di kancah global. Meskipun sering dibandingkan dengan Warren Buffett, Timothy menyebut dirinya sedang membangun jalannya sendiri. Baginya, kesuksesan bukan sekadar soal besarnya kapital yang dimiliki, tetapi juga bagaimana bisa menginspirasi generasi muda agar lebih melek investasi serta berani berpikir jangka panjang.

Selain aktif berinvestasi, Timothy juga dikenal memiliki misi sosial untuk membangun 1.000 sekolah di seluruh Indonesia. Ia meyakini kekayaan sejati tidak hanya diukur dari aset finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dengan visi tersebut, Timothy Ronald berusaha menunjukkan bahwa menjadi investor bukan hanya soal mengejar keuntungan, tetapi juga tentang menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan ekonomi bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *