Kirana Larasati Bangga Jadi Finalis Miss Universe Indonesia Tertua di Usia 38 Tahun
Jakarta, Gatranews.id – Ajang Zetrix Miss Universe Indonesia 2025 menjadi sorotan publik setelah resmi mengumumkan 16 finalis yang akan melaju ke tahap berikutnya. Dari jajaran nama yang terpilih, salah satu yang paling menarik perhatian adalah sosok Kirana Larasati. Aktris, ibu satu anak, sekaligus instruktur diving ini tidak hanya hadir sebagai kontestan, tetapi juga sebagai simbol keberanian perempuan yang menolak dibatasi oleh usia, status, maupun pandangan masyarakat.
Kirana, yang kini berusia 38 tahun, menyadari dirinya akan menjadi finalis tertua di antara kontestan lain. Namun, alih-alih merasa minder, ia justru menjadikannya kebanggaan. “Saya pasti akan menjadi yang tertua di antara Miss Universe lain dari negara lain. Saya akan merasa sangat bangga sekali, karena artinya sayalah yang mempunyai pengalaman lebih banyak,” tuturnya penuh keyakinan. Pernyataan ini menggambarkan sikapnya yang melihat usia bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai modal berharga.
Keputusan Kirana untuk ikut serta dilatarbelakangi oleh kebijakan baru Miss Universe yang kini lebih inklusif. Tidak ada lagi batasan umur, status pernikahan, atau profesi tertentu yang membatasi perempuan untuk tampil di panggung internasional. Kesempatan ini dimanfaatkan Kirana untuk membuktikan bahwa standar kecantikan sudah berkembang: bukan lagi soal keremajaan fisik semata, tetapi juga tentang kedewasaan, kecerdasan, serta keberanian untuk membawa misi sosial. Dengan latar belakang sebagai seorang aktris yang sudah berkarier lebih dari dua dekade dan seorang ibu yang membesarkan anak, ia menilai bahwa dirinya justru membawa perspektif yang kaya.
Kirana menegaskan bahwa modal utamanya bukan hanya penampilan. Ia mengaku memiliki pendidikan yang baik, gemar membaca, berpikiran terbuka, dan memiliki sifat pantang menyerah. Baginya, kombinasi pengalaman hidup dan karakter kuat itulah yang membentuk nilai lebih yang bisa ia tawarkan. “Saya orang yang persisten, tidak mudah menyerah, dan selalu punya semangat belajar. Itu yang ingin saya bawa,” ujarnya. Sikap optimistis ini menunjukkan bahwa kecantikan, bagi Kirana, adalah refleksi dari kekuatan mental dan kualitas diri.
Lebih jauh, Kirana tidak datang hanya untuk mengejar mahkota. Ia membawa visi sosial yang erat kaitannya dengan pengalamannya sebagai seorang ibu. Menurutnya, isu kesejahteraan anak adalah fondasi penting untuk membangun bangsa. Ia percaya bahwa generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi akan melahirkan masyarakat yang lebih baik. Selain itu, kiprahnya sebagai instruktur diving juga membuatnya akrab dengan isu lingkungan. Ia ingin memperjuangkan pentingnya edukasi mengenai kelestarian alam sejak dini, agar anak-anak tumbuh dengan kesadaran menjaga bumi. Kombinasi antara kepedulian terhadap anak dan lingkungan menjadi tema besar yang ingin ia suarakan melalui ajang ini.
Nama Kirana Larasati sendiri bukan sosok asing di dunia hiburan. Lahir pada 29 Agustus 1987, ia mengawali karier akting sejak awal 2000-an dan dikenal luas lewat perannya di sinetron populer Azizah. Selain dunia seni, ia juga aktif di berbagai kegiatan sosial, termasuk advokasi antinarkoba. Pengalaman panjang di dunia hiburan, keterlibatan sosial, dan kehidupan pribadinya sebagai ibu tunggal menjadikan dirinya pribadi yang kaya akan cerita. Kini, dengan status sebagai finalis Miss Universe Indonesia 2025 mewakili Jakarta Special Capital Region, Kirana menambah satu lagi pencapaian penting dalam perjalanan hidupnya.
Kehadiran Kirana Larasati dalam kontes ini seakan menjadi representasi dari semangat zaman baru dalam dunia beauty pageant. Ajang yang dahulu sering identik dengan usia muda dan penampilan fisik kini mulai bertransformasi menjadi wadah pemberdayaan perempuan dengan latar belakang beragam. Kehadiran Kirana menguatkan pesan bahwa setiap perempuan, apapun usianya, tetap bisa bermimpi besar, berkontribusi, dan tampil percaya diri di panggung dunia.
Dengan segala kisah, pengalaman, dan misinya, Kirana Larasati tidak hanya hadir sebagai seorang finalis. Ia tampil sebagai sosok inspiratif yang membawa pesan kuat: bahwa kecantikan sejati lahir dari keberanian untuk melampaui batasan, dari keteguhan hati untuk memperjuangkan sesuatu yang lebih besar daripada diri sendiri. Jika ia berhasil melaju lebih jauh, bahkan hingga panggung internasional, maka bukan hanya dirinya yang akan bangga, tetapi juga Indonesia yang akan memperlihatkan wajah perempuan tangguh dan penuh dedikasi.
