Golkar Siap Terima Kembali Setya Novanto, Disiapkan Posisi Sesuai Senioritas
Jakarta, Gatranews.id – Partai Golkar memastikan akan menyiapkan posisi khusus bagi mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, apabila ia memutuskan kembali aktif di partai berlambang pohon beringin tersebut. Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa secara formal Setnov masih tercatat sebagai kader Golkar karena tidak pernah mengundurkan diri maupun dikeluarkan dari keanggotaan partai.
“Beliau tidak pernah mengundurkan diri, dan partai juga tidak pernah mengeluarkan. Jadi, secara formal masih kader Golkar. Kalau nanti mau aktif lagi, tentu akan kami siapkan posisi sesuai kapasitas, pengalaman, dan senioritasnya,” ujar Doli, dikutip dari GenPI.co, Rabu (20/8/2025).
Sejalan dengan pernyataan itu, Sekretaris Jenderal Golkar, Lodewijk F. Paulus, sebelumnya juga menegaskan bahwa nama Setya Novanto memang masih ada dalam daftar keanggotaan partai. Hal tersebut berarti, secara administratif, tidak ada hambatan bagi Setnov untuk kembali berkegiatan di tubuh Golkar.
Setya Novanto baru saja mendapatkan pembebasan bersyarat pada 16 Agustus 2025 setelah menjalani lebih dari dua pertiga masa hukuman atas kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Vonis yang dijatuhkan kepadanya pada 2018 adalah 15 tahun penjara. Mengacu aturan, masa bebas bersyarat Setnov berlaku hingga 2029, sehingga ia masih memiliki kewajiban melapor secara berkala dan tidak boleh melakukan pelanggaran hukum baru.
Kasus korupsi e-KTP sempat menyeret nama Setya Novanto sebagai salah satu tokoh sentral. Dalam persidangan, ia terbukti menerima aliran dana dari proyek tersebut yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. Perjalanan hukum Setnov juga sempat menjadi sorotan publik karena berbagai manuver, termasuk alasan sakit yang berulang kali digunakan untuk menunda pemeriksaan oleh KPK.
Kesiapan Golkar menerima kembali Setnov menuai beragam tanggapan. Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai langkah itu menunjukkan pragmatisme partai. Menurutnya, Golkar memang punya tradisi menghargai kader senior, tetapi publik juga akan menilai apakah langkah tersebut sesuai dengan semangat pemberantasan korupsi atau justru bisa merusak citra partai.
Hingga kini, Setya Novanto belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai rencananya setelah bebas bersyarat. Pihak Golkar menyatakan akan menghormati apapun keputusan mantan ketua umumnya tersebut. “Apakah beliau mau kembali aktif atau memilih fokus dengan kehidupan pribadi, itu hak beliau. Kalau kembali, partai pasti menyiapkan tempat yang pantas,” kata Doli.
