February 4, 2026

239 Jurnalis Gugur di Jalur Gaza, Dunia Diminta Hentikan Pembungkaman Media

  • August 19, 2025
  • 2 min read
239 Jurnalis Gugur di Jalur Gaza, Dunia Diminta Hentikan Pembungkaman Media

Gaza, Gatranews.id – Jumlah jurnalis yang gugur di Jalur Gaza kembali bertambah. Hingga Senin (19/8/2025), sebanyak 239 jurnalis Palestina dilaporkan tewas sejak serangan militer Israel meluas di wilayah tersebut. Angka ini menjadikan konflik di Gaza sebagai salah satu periode paling mematikan bagi pekerja media dalam sejarah modern.

Kantor Media Pemerintah di Gaza menegaskan, penargetan jurnalis bukanlah kebetulan, melainkan strategi sistematis untuk membungkam suara yang menyuarakan kondisi sebenarnya di lapangan. “Pembunuhan para jurnalis adalah bentuk kejahatan genosida. Ini jelas melanggar hukum internasional dan kebebasan pers,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip harian Al-Quds.

Tidak hanya menuding Israel sebagai pelaku utama, pihak Palestina juga menyoroti peran negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis. Dukungan politik dan militer dari negara-negara tersebut dinilai ikut memperpanjang penderitaan rakyat Gaza sekaligus membuka jalan bagi semakin banyaknya jurnalis yang menjadi korban.

Seruan keras pun disampaikan kepada komunitas internasional. Pemerintah Palestina meminta Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), Federasi Jurnalis Arab, hingga asosiasi media di berbagai belahan dunia untuk segera mengambil sikap. Menurut mereka, keheningan dunia internasional hanya akan memperburuk keadaan, memberi legitimasi bagi Israel untuk terus melakukan serangan, dan pada akhirnya memperbesar risiko hilangnya lebih banyak nyawa pekerja media.

Di lapangan, para jurnalis Gaza menghadapi risiko ganda. Mereka tak hanya meliput kehancuran akibat serangan udara dan darat, tetapi juga menjadi target langsung dari operasi militer. Kehadiran mereka yang seharusnya berfungsi sebagai saksi mata justru dianggap ancaman oleh pihak yang berusaha mengendalikan narasi.

Jumlah korban yang mencapai ratusan orang ini menjadi peringatan keras bahwa perang di Gaza tidak hanya menghancurkan kehidupan warga sipil, tetapi juga membungkam suara media yang selama ini berjuang menyingkap kebenaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *