February 4, 2026

Terapi Myofungsional, Cara Baru Agar Pertumbuhan Gigi Anak Lebih Rapi dan Sehat

  • August 18, 2025
  • 4 min read
Terapi Myofungsional, Cara Baru Agar Pertumbuhan Gigi Anak Lebih Rapi dan Sehat

Jakarta, Gatranews.id – Pertumbuhan gigi anak sering menjadi perhatian utama para orang tua. Tidak sedikit yang khawatir gigi sang buah hati tumbuh tidak teratur, berjejal, atau menonjol ke depan. Selama ini, solusi yang paling umum dikenal adalah pemasangan kawat gigi atau perawatan ortodonti lain ketika anak beranjak remaja. Namun, kini ada pendekatan alternatif yang mulai banyak dibicarakan, yakni terapi myofungsional.

Terapi ini berfokus pada pelatihan otot wajah, mulut, dan lidah untuk memperbaiki kebiasaan oral yang tidak tepat. Dengan mengubah pola fungsi otot sejak dini, terapi myofungsional diyakini mampu membantu pertumbuhan gigi dan rahang secara lebih optimal, sehingga gigi anak dapat tumbuh rapi tanpa harus menunggu hingga usia dewasa.

Terapi myofungsional atau myofunctional therapy merupakan rangkaian latihan sederhana yang berhubungan dengan otot mulut dan wajah. Intinya adalah memperbaiki kebiasaan yang secara tidak disadari dapat memengaruhi bentuk rahang dan susunan gigi. Kebiasaan tersebut antara lain bernapas lewat mulut, menelan dengan posisi lidah yang salah, hingga menekan lidah ke gigi bagian depan.

Kebiasaan-kebiasaan ini tampak sepele, tetapi bila berlangsung lama bisa mengakibatkan gigi tumbuh tidak sejajar, rahang sempit, hingga wajah menjadi asimetris. Melalui latihan terstruktur, anak diajak untuk bernapas melalui hidung, menelan dengan posisi lidah yang benar, serta menjaga postur lidah agar berada pada langit-langit mulut.

Menurut sejumlah praktisi, perubahan sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan tulang rahang dan pertumbuhan gigi anak.

Manfaat Terapi Myofungsional bagi Anak

Selain membantu agar gigi tumbuh rapi, terapi myofungsional juga memberikan manfaat lain yang tidak kalah penting. Anak yang terbiasa bernapas lewat hidung cenderung memiliki kualitas tidur lebih baik, sehingga perkembangan otaknya lebih optimal. Terapi ini juga dilaporkan dapat membantu mengurangi kebiasaan mendengkur pada anak dan memperbaiki gangguan tidur seperti sleep apnea.

Dari sisi pertumbuhan wajah, latihan otot mulut dan lidah terbukti mampu memengaruhi bentuk maxilla atau langit-langit mulut. Jika posisi lidah benar-benar menempel di langit-langit, maka rahang atas akan terdorong ke samping dan ke depan secara alami, menciptakan ruang yang lebih luas bagi gigi untuk tumbuh. Dengan demikian, risiko gigi berjejal atau menonjol ke depan bisa berkurang.

Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa orang dewasa yang mengikuti delapan sesi terapi myofungsional mengalami perubahan nyata. Jarak antar gigi taring atas (intercanine distance) meningkat sekitar 3,2 milimeter, overjet atau jarak gigi depan atas dengan bawah berkurang rata-rata 1,2 milimeter, dan panjang philtrum bertambah sekitar 5,4 milimeter. Hasil ini menunjukkan bahwa meski dilakukan pada usia dewasa, otot mulut tetap bisa memengaruhi struktur wajah.

Pandangan Ahli dan Praktisi

Banyak praktisi kedokteran gigi anak melihat terapi myofungsional sebagai langkah pencegahan yang menjanjikan. Dengan memperbaiki fungsi otot sejak dini, anak bisa mengurangi kemungkinan membutuhkan perawatan ortodonti kompleks di kemudian hari.

Beberapa orang tua juga membagikan pengalaman positif. Ada yang menyebut anaknya mengalami perubahan postur wajah dan gigi menjadi lebih teratur hanya dengan rutin melakukan latihan lidah. “Anak saya lebih jarang bernapas lewat mulut dan tidur lebih nyenyak setelah terapi myofungsional,” tulis salah satu orang tua di komunitas daring.

Namun, di sisi lain, sejumlah dokter gigi mengingatkan agar masyarakat tidak melihat terapi ini sebagai pengganti ortodonti. Menurut mereka, bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi myofungsional dalam jangka panjang masih terbatas. Perawatan ini lebih tepat dipandang sebagai pendamping daripada solusi tunggal.

Kapan Anak Sebaiknya Memulai?

Idealnya, terapi myofungsional dilakukan sejak anak berusia dini, terutama ketika kebiasaan bernapas lewat mulut atau menekan lidah ke gigi sudah mulai terlihat. Anak-anak yang terbiasa menggunakan dot dalam waktu lama, mengisap jempol, atau sering mengalami sumbatan hidung juga termasuk kelompok yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan gigi.

Dengan memulai terapi lebih awal, hasil yang dicapai umumnya lebih maksimal karena tulang rahang anak masih dalam masa pertumbuhan.

Meski terlihat sederhana, terapi myofungsional tetap harus dilakukan dengan pengawasan tenaga profesional. Dokter gigi atau terapis khusus akan menilai kondisi gigi dan rahang anak terlebih dahulu sebelum memberikan latihan yang sesuai.

Orang tua juga diingatkan agar tidak melakukan latihan tanpa panduan medis, karena setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Bagi sebagian anak, terapi ini bisa cukup membantu. Namun, pada kasus lain, perawatan ortodonti tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Terapi myofungsional muncul sebagai pendekatan baru yang menjanjikan untuk membantu pertumbuhan gigi anak agar lebih rapi dan sehat. Dengan melatih otot mulut, lidah, dan wajah sejak dini, anak bukan hanya mendapat manfaat estetik berupa susunan gigi yang teratur, tetapi juga keuntungan kesehatan seperti kualitas tidur yang lebih baik dan pernapasan yang lebih optimal.

Meski demikian, efektivitas terapi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Orang tua tetap dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi atau ortodontis sebelum menentukan langkah. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan gigi sehat, senyum indah, dan kepercayaan diri yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *