February 4, 2026

HUT ke-80 RI, TNI Tebar Bantuan Kemanusiaan di Langit Gaza

  • August 18, 2025
  • 3 min read
HUT ke-80 RI, TNI Tebar Bantuan Kemanusiaan di Langit Gaza

Jakarta, Gatranews.id – Tepat di peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan misi kemanusiaan di Gaza. Melalui operasi udara, TNI menebarkan bantuan logistik bagi masyarakat Palestina yang terdampak konflik.

Momen ini menjadi simbol solidaritas Indonesia bagi Palestina, sekaligus perwujudan makna kemerdekaan yang dirayakan bukan hanya dengan upacara, melainkan juga melalui aksi nyata untuk kemanusiaan.

Misi airdrop dilaksanakan pada Minggu (17/8/2025) oleh Satgas Garuda Merah Putih II TNI. Dua pesawat C-130J Super Hercules milik Skadron Udara 31 dikerahkan untuk menjatuhkan bantuan dengan metode low cost low altitude (LCLA).

Sebanyak 17,8 ton bantuan logistik dijatuhkan melalui parasut di titik-titik aman di langit Gaza. Jumlah tersebut bukan kebetulan. Angka 17 dan 8 merujuk pada tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus, sementara total bobotnya dipilih sebagai simbol penghormatan atas perjuangan bangsa.

Bantuan terdiri dari bahan makanan, obat-obatan, pakaian layak pakai, serta perlengkapan darurat yang sangat dibutuhkan warga sipil di Gaza.

“Ini adalah misi kemanusiaan yang kami persembahkan di hari kemerdekaan Indonesia. Semangatnya adalah berbagi makna kemerdekaan dengan saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Komandan Satgas, Kolonel Puguh Julianto.

Airdrop kali ini merupakan bagian dari program lebih besar, yakni 800 ton bantuan kemanusiaan yang disiapkan oleh Indonesia. Satgas Garuda Merah Putih II ditugaskan khusus untuk menyalurkan bantuan tersebut secara bertahap.

Misi ini melibatkan kerja sama lintas lembaga. Selain TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut ambil bagian dalam persiapan dan distribusi.

Menteri Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini bukan sekadar penyaluran logistik, melainkan juga wujud komitmen Indonesia untuk memperjuangkan nilai-nilai kemerdekaan yang sejati.

“Makna kemerdekaan adalah ketika kita bisa menghadirkan manfaat bagi bangsa lain yang masih berjuang. Palestina adalah sahabat Indonesia, dan hari ini kita tunjukkan bahwa persaudaraan itu nyata,” ujarnya.

Sejak pecahnya konflik di Gaza, akses darat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan semakin terbatas akibat blokade dan situasi keamanan yang tidak menentu. Banyak negara kesulitan menyalurkan logistik melalui jalur perbatasan.

Dalam kondisi tersebut, metode airdrop menjadi pilihan paling efektif. Meski penuh risiko, cara ini memungkinkan bantuan menjangkau warga Gaza secara langsung.

Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, menyebut operasi ini sebagai langkah berani sekaligus hadiah istimewa untuk HUT ke-80 RI.

“Sejarah akan mencatat bahwa di ulang tahun kemerdekaan ke-80, Indonesia hadir bukan hanya di panggung upacara, tetapi juga di langit Gaza,” ujarnya.

Komitmen Indonesia untuk Palestina

Dukungan Indonesia kepada Palestina bukan hal baru. Sejak era Presiden Soekarno, Indonesia konsisten menyuarakan hak-hak bangsa Palestina di forum internasional.

Presiden Prabowo Subianto, dalam pidato kenegaraan menjelang HUT RI ke-80, kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik. Ia menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lengkap tanpa solidaritas bagi bangsa lain yang masih berjuang.

Operasi airdrop pada 17 Agustus 2025 menjadi bukti nyata dari pernyataan tersebut. Selain membawa logistik, misi ini membawa pesan diplomasi: Indonesia berdiri tegak di sisi rakyat Palestina.

Bagi rakyat Indonesia, misi kemanusiaan ini menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menyalurkan nilai kemerdekaan kepada sesama.

Bagi rakyat Palestina, bantuan yang datang dari Indonesia membawa harapan dan penguatan moral di tengah penderitaan berkepanjangan.

Secara global, langkah Indonesia dipandang sebagai kontribusi nyata negara berkembang dalam isu kemanusiaan internasional. Tidak hanya sekadar pernyataan politik, tetapi juga aksi yang langsung dirasakan masyarakat sipil.

Misi airdrop bantuan kemanusiaan TNI di Gaza bertepatan dengan HUT ke-80 Republik Indonesia menjadi catatan sejarah yang penuh makna. Dengan menjatuhkan 17,8 ton bantuan, Indonesia tidak hanya merayakan kemerdekaannya sendiri, tetapi juga berbagi makna kemerdekaan kepada bangsa lain yang masih berjuang.

Misi ini menegaskan bahwa semangat kemerdekaan Indonesia sejati adalah solidaritas, keberanian, dan aksi nyata untuk kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *