February 4, 2026

Jerry Yan Ziarah ke Makam Barbie Hsu dengan Penuh Haru

  • August 16, 2025
  • 2 min read
Jerry Yan Ziarah ke Makam Barbie Hsu dengan Penuh Haru

Taipei, Gatranews.id – Aktor Taiwan Jerry Yan, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Tao Ming Si dalam serial Meteor Garden, terlihat meneteskan air mata saat melakukan ziarah pertama ke makam sahabat sekaligus rekan aktingnya, Barbie Hsu (Big S), yang wafat pada Februari lalu.

Kala itu, pada 13 Agustus 2025, Jerry Yan datang ke makam Barbie Hsu di Chin Pao San Cemetery, New Taipei City. Ia tiba sendiri, kemudian bergabung dengan sahabat mendiang, Chia Yeong-chieh (Jia Yongjie), beserta suaminya, Wang Chao-chieh.

Di depan nisan, ia tampak menunduk dengan tangan bertumpu pada lutut—seolah sedang berbicara lirih pada mendiang. Setelah beberapa saat, ia berdiri dan diam-diam menyeka air matanya. Momen tersebut disaksikan oleh Jia, yang dengan penuh simpati menepuk bahu Jerry untuk memberikan dukungan.

Chia Yeong-chieh mengenang bahwa ia sempat menguatkan dengan mengatakan: “Shancai, Dao Ming Si datang untuk menemuimu”—ungkapan sentimental mengacu pada karakter ikonik yang mereka perankan dalam Meteor Garden.

Setelah kunjungan, Jerry pergi ke sebuah restoran vegetarian di daerah Jinshan, pilihan yang dianggap sebagai penghormatan terhadap gaya hidup vegetarian yang pernah diikuti Barbie Hsu. Di sana, ia kembali tertangkap menangis sambil menyantap makanan, mencerminkan kesedihan mendalam yang dirasakannya.

Jerry dan Barbie menjalin persahabatan sejak membintangi Meteor Garden pada 2001, yang membawa mereka menjadi ikon drama Asia. Hubungan mereka tetap erat hingga kepergian mendiang pada 2 Februari 2025 karena pneumonia akibat influenza di Tokyo.

Reaksi dari publik dan fans pun mengalir deras. Netizen dan penggemar menyambut penuh haru momen itu, mengenang chemistry mereka dalam serial tersebut dan kedekatan emosional mereka selama lebih dari dua dekade.

Kunjungan pertama Jerry Yan ke pemakaman Barbie Hsu bukan sekadar ritual perpisahan, melainkan cermin ikatan lintas waktu yang tetap hidup dalam dialog batin dan keheningan. Dari tatapan penuh kasih di batu nisan hingga bisikan karakter yang pernah mereka jalani—semua menggambarkan penghormatan sejati kepada seorang sahabat, yang kini telah tiada, namun tidak pernah tergantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *