February 4, 2026

Merayakan Semangat Inklusivitas, NPCI DKI Jakarta Gelar Kejuaraan Tenis Meja di Ruang Publik

  • August 8, 2025
  • 2 min read
Merayakan Semangat Inklusivitas, NPCI DKI Jakarta Gelar Kejuaraan Tenis Meja di Ruang Publik

Jakarta, Gatranews.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DKI Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) menyelenggarakan NPCI DKI Jakarta Table Tennis Championship 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 8–10 Agustus 2025 di Atrium Utama Pluit Village Mall, Jakarta Utara.

Turnamen ini menjadi ajang yang tidak hanya menonjolkan sisi kompetitif olahraga, tetapi juga membawa misi besar: menegaskan pentingnya kesetaraan dan inklusi bagi penyandang disabilitas di ruang publik.

Inklusi Lewat Olahraga

Diselenggarakan di tengah pusat perbelanjaan, turnamen ini dirancang agar bisa diakses dan disaksikan masyarakat luas. Para pengunjung mal dapat langsung menyaksikan pertandingan, berinteraksi dengan para atlet, serta menyaksikan bagaimana semangat juang dan sportivitas tidak mengenal batas fisik.

“Olahraga adalah medium yang sangat kuat untuk membangun pemahaman publik tentang pentingnya kesetaraan. Lewat turnamen ini, kami ingin menyampaikan bahwa atlet disabilitas memiliki kapasitas, semangat, dan kompetensi yang sama hebatnya dengan atlet non-disabilitas,” ujar Perwakilan NPCI DKI Jakarta, dalam sambutannya pada pembukaan acara.

Turnamen ini juga menghadirkan kategori pertandingan yang melibatkan atlet disabilitas dan non-disabilitas, baik dalam laga tunggal maupun ganda. Kegiatan tersebut ditutup dengan pertandingan ekshibisi yang menyatukan kedua kelompok atlet dalam satu tim, memperkuat pesan kebersamaan.

Kolaborasi Lintas Komunitas

Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Sari Anindita, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap isu disabilitas dan inklusi sosial.

“Kolaborasi dengan NPCI DKI Jakarta adalah langkah nyata kami untuk menghadirkan ruang-ruang publik yang ramah disabilitas. Kami percaya inklusi bukan hanya soal akses fisik, tetapi juga soal persepsi dan penerimaan sosial. Ketika masyarakat menyaksikan langsung para atlet disabilitas bertanding, stigma itu mulai runtuh,” ungkap Sari.

Selain pertandingan, rangkaian acara juga mencakup sesi bincang publik, edukasi tentang olahraga paralimpik, serta pameran karya komunitas disabilitas. Pengunjung diberi kesempatan untuk mencoba bermain tenis meja menggunakan kursi roda, sebagai bentuk edukasi empatik.

Antusiasme pengunjung Pluit Village Mall terlihat sepanjang acara berlangsung. Banyak yang mengaku terinspirasi oleh semangat para atlet.

“Saya jadi sadar, ternyata atlet disabilitas juga bisa bermain sangat kompetitif. Ini pengalaman baru buat saya, dan membuat saya semakin menghargai semangat mereka,” ujar Andika, salah satu pengunjung yang hadir bersama keluarganya.

NPCI DKI Jakarta berharap turnamen semacam ini dapat menjadi agenda tahunan dan diperluas ke cabang olahraga lain. Selain membina prestasi atlet disabilitas, kegiatan ini juga menjadi sarana advokasi sosial yang efektif.

“Harapan kami, masyarakat semakin terbuka dan mendukung kehadiran para atlet disabilitas dalam setiap lini kehidupan, bukan hanya di bidang olahraga,” tambah perwakilan NPCI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *