Kamila Andini Ukir Sejarah, Jadi Sutradara Perempuan Indonesia Pertama yang Diundang sebagai Voter Oscar
Jakarta, Gatranews.id– Sutradara Kamila Andini mencetak sejarah dalam perfilman Indonesia setelah resmi diundang menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), organisasi yang menyelenggarakan ajang Academy Awards atau Oscar.
Kamila menjadi sutradara perempuan Indonesia pertama yang memperoleh kehormatan tersebut dan akan memiliki hak suara dalam proses pemilihan pemenang Oscar mulai tahun 2025.
Informasi ini diumumkan secara resmi oleh pihak Academy pada Rabu (26/6/2025) waktu setempat. Kamila termasuk dalam daftar 487 orang dari berbagai negara yang diundang untuk bergabung dengan AMPAS tahun ini.
Jika semua undangan diterima, total anggota Academy akan mencapai 11.120 orang, dengan 10.143 di antaranya berhak memberikan suara dalam ajang Oscar mendatang.
Komposisi anggota baru tahun ini menunjukkan langkah inklusif yang konsisten dari Academy, dengan 45 persen berasal dari komunitas kurang terwakili, 41 persen perempuan, dan 55 persen berasal dari luar Amerika Serikat.
Capaian dan Reputasi Internasional
Kamila Andini dikenal luas di dalam dan luar negeri lewat karya-karyanya yang mengangkat tema identitas, perempuan, dan budaya lokal Indonesia. Film debutnya, The Mirror Never Lies (2011), mendapat penghargaan Earth Grand Prix dari Tokyo International Film Festival dan FIPRESCI Prize di Hong Kong.
Karya-karya berikutnya seperti The Seen and Unseen (2017) dan Yuni (2021) juga meraih pengakuan internasional. Yuni bahkan mewakili Indonesia dalam seleksi Oscar 2022 untuk kategori Best International Feature Film.
“Masuk dalam keanggotaan Academy adalah suatu kehormatan, tapi juga tanggung jawab untuk membawa perspektif Asia Tenggara, khususnya perempuan Indonesia, ke panggung dunia,” ujar Kamila dalam pernyataan resminya.
Sebelum Kamila, sejumlah sineas Indonesia pernah masuk dalam nominasi Oscar melalui jalur film pendek atau dokumenter, namun jumlahnya masih sangat terbatas. Keikutsertaan Kamila sebagai anggota Academy menjadi tonggak penting dalam memperluas representasi perfilman Indonesia di tingkat global.
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen AMPAS dalam meningkatkan keberagaman dan inklusivitas di tubuh organisasinya, terutama sejak gelombang kritik #OscarsSoWhite beberapa tahun terakhir.
CEO rumah produksi Fourcolours Films, Ifa Isfansyah, menyatakan bahwa keterlibatan Kamila merupakan capaian penting bagi industri film nasional. “Kamila membawa perspektif sinematik yang kuat dan khas Indonesia. Kami bangga atas pencapaiannya,” ujarnya kepada Kompas.com.
Kamila juga merupakan sosok penting dalam kebangkitan sinema perempuan Indonesia, dengan karya-karya yang mengangkat narasi-narasi yang jarang dieksplorasi oleh film arus utama.
