February 4, 2026

Terinspirasi Andra Soni, Sanusi Terbitkan Buku Ketiga: Berperan Tanpa Baperan

  • June 23, 2025
  • 2 min read
Terinspirasi Andra Soni, Sanusi Terbitkan Buku Ketiga: Berperan Tanpa Baperan

Tangerang, Gatranews.id – Ketua Umum Serikat UMKM Nusantara (SUN), Sanusi, resmi meluncurkan buku ketiganya yang berjudul Berperan Tanpa Baperan. Buku ini, diakui Sanusi, terinspirasi dari wejangan sejumlah tokoh di Banten, termasuk Gubernur Banten, Andra Soni.

“Banyak kisah inspiratif yang saya dengar dari para tokoh di Banten yang membuat saya tergugah untuk kembali menulis buku, kali ini dengan judul Berperan Tanpa Baperan. Di antara tokoh yang menginspirasi saya adalah Andra Soni, Sachrudin, Intan Nurul Hikmah, dan Amir Hamzah,” ujar Sanusi saat menyerahkan bukunya langsung kepada Gubernur Banten pada Minggu (23/06/2025).

Diketahui, Andra Soni merupakan Gubernur Banten terpilih dalam Pilkada 2024. Sementara itu, Sachrudin menjabat sebagai Wali Kota Tangerang, Intan Nurul Hikmah sebagai Wakil Bupati Tangerang, dan Amir Hamzah sebagai Wakil Bupati Lebak. “Masing-masing memiliki kisah inspiratif yang saya rangkum dalam buku ini,” tegas Sanusi.

Sanusi menjelaskan, Berperan Tanpa Baperan merupakan lanjutan dari dua buku sebelumnya: Suksesmu Segaris Ridho Ibu dan Lahir untuk Bermanfaat. Buku ketiganya ini terdiri dari 12 bab yang membahas langkah-langkah dan cara untuk terus berkarya tanpa terlalu larut dalam perasaan.

“Dalam berkarya, bukan soal apakah karya kita dianggap bagus oleh orang lain, tetapi seberapa besar dampak positif yang bisa dihasilkan dari karya tersebut,” tambah Sanusi.

Menanggapi peluncuran buku tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pandangannya. Ia mengatakan, saat pertama kali membaca judul Berperan Tanpa Baperan, ia memberikan pesan bahwa dalam menjalankan peran di masyarakat, organisasi, maupun pemerintahan, setiap individu memiliki posisi strategis dalam mendukung tercapainya tujuan bersama.

“Oleh karena itu, partisipasi aktif dan rasa tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi. Namun demikian, kita juga perlu mengelola dinamika emosional secara proporsional agar tidak mengganggu keharmonisan komunikasi dan kerja sama,” ujar Andra.

Ia menegaskan bahwa berperan tanpa terlalu terbawa perasaan—atau yang lazim disebut baperan—bukan berarti meniadakan empati, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi dinamika sosial.

“Tidak semua keputusan akan sesuai dengan harapan semua pihak. Kadang, diperlukan kelapangan hati untuk menerima kritik dan perbedaan pendapat. Justru dalam ruang-ruang itulah kita diuji untuk tetap konsisten dalam berkontribusi, tanpa kehilangan arah terhadap nilai-nilai yang ingin kita capai bersama,” lanjutnya.

“Saya percaya, jika kita mampu menyeimbangkan antara semangat berperan dan ketenangan dalam menghadapi dinamika, maka kerja kolaboratif akan menjadi lebih efektif dan inklusif,” pungkas Andra Soni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *