PT PP Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500
Jakarta, Gatranews.id – PT PP (Persero) Tbk atau PTPP tercatat dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2024. Pencapaian ini menandai reputasi PTPP sebagai salah satu BUMN konstruksi terkuat di kawasan.
Daftar ini merupakan pemeringkatan tahunan dari Fortune yang memuat 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di Asia Tenggara.
“Masuknya PTPP ke dalam daftar ini menunjukkan kinerja solid dan daya saing tinggi di tingkat regional,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo dalam keterangan yang diterima pada Kamis (9/6).
PTPP mencatat pendapatan usaha sebesar USD 1,251 juta atau sekitar Rp19,81 triliun, tumbuh 7,30% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada induk tercatat sebesar USD 26,2 juta atau sekitar Rp415,6 miliar.
Proyek Strategis dan Bangunan Hijau
Perusahaan ini berperan aktif dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Beberapa proyek yang dikerjakan antara lain:
- Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 2
- Makassar New Port IB & IC
- Jalan Tol Indrapura–Kisaran
- Bendungan Leuwikeris dan Lolak
- Irigasi Rengrang
- Pelabuhan Benoa & Bali Maritime Tourism Hub
- Instalasi Pengolahan Air Limbah di Kawasan Industri Terpadu Batang
Selain proyek infrastruktur, PTPP juga menunjukkan komitmen terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan melalui sejumlah bangunan yang meraih sertifikasi Green Building, di antaranya:
- RS Kanker Dharmais Tower C (Greenship Gold)
- RS Kanker Dharmais Tower B (BGH Perencanaan – Utama)
- Istana Presiden IKN, Kantor Presiden IKN, dan Gedung Kemensetneg IKN (seluruhnya kategori Utama – Perencanaan)
Komitmen Keberlanjutan
Menurut Joko, capaian ini merupakan hasil dari transformasi bisnis dan efisiensi operasional yang konsisten dijalankan perusahaan. “Kami terus memperkuat fundamental perusahaan serta mendorong inovasi dan keberlanjutan demi memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.
Masuknya PTPP dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 mempertegas peran perusahaan sebagai pemimpin industri konstruksi nasional, sekaligus kesiapan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
