January 12, 2026

Kopdes Merah Putih Gunakan Data Presisi, Wamenkop: Lebih Terukur, Terarah, dan Tepat Sasaran

  • June 2, 2025
  • 2 min read
Kopdes Merah Putih Gunakan Data Presisi, Wamenkop: Lebih Terukur, Terarah, dan Tepat Sasaran

Badung, Gatranews.id – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan fokus pada sektor produksi, distribusi, dan industri. Untuk mendukung arah itu, pemerintah menggunakan Data Desa Presisi (DDP) sebagai basis data pengembangan koperasi.

DDP merupakan metode pendataan desa berbasis ilmiah yang dikembangkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). Pendekatan ini dinilai lebih akurat, aktual, dan relevan untuk memetakan kondisi serta potensi desa secara riil.

“Data ini digunakan agar Kopdes Merah Putih memiliki arah kebijakan yang lebih terukur, terarah, dan tepat sasaran,” kata Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Ferry Juliantono dalam keterangannya, Senin (2/6).

Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran (kick-off) Kopdes Merah Putih berbasis Data Desa Presisi di Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Bali.

Menurut Ferry, basis data desa yang kuat merupakan pondasi dalam penyusunan peta jalan Kopdes Merah Putih. Ia berharap koperasi ini bisa menjadi instrumen nyata dalam menyejahterakan masyarakat desa.

“Gerakan Kopdes berbasis DDP menjadi langkah nyata untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran di desa,” ucap Ferry.

Lebih lanjut, DDP juga menjamin partisipasi masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan desa. Pendekatannya bersifat bottom-up, dimulai dari proses pendataan hingga perencanaan usaha yang akan dikembangkan koperasi.

“Ini menjawab kekhawatiran banyak pihak bahwa Kopdes Merah Putih hanya pendekatan top-down. DDP menjamin partisipasi masyarakat desa sejak awal,” kata Ferry.

Desa Bongkasa Jadi Percontohan

Desa Bongkasa Pertiwi akan menjadi proyek percontohan penerapan DDP dalam pembangunan koperasi desa. Ferry berharap pendekatan ilmiah ini bisa direplikasi ke desa-desa lain di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, penemu DDP dari IPB, Prof Dr Sofyan Sjaf, menyampaikan apresiasinya atas pengakuan negara terhadap inovasi tersebut.

“Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi telah mengakui pentingnya pendekatan ilmiah ini untuk membangun ekonomi desa,” ujar Prof Sofyan.

Ia menyebut DDP sebagai bentuk “demokrasi data” yang tidak hanya memetakan potensi ekonomi desa, tetapi juga sumber daya manusianya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *