February 4, 2026

Rhinitis Alergi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Perlu Anda Ketahui

  • May 25, 2025
  • 4 min read
Rhinitis Alergi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Perlu Anda Ketahui

Jakarta, Gatranews.id – Rhinitis alergi adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang masyarakat perkotaan, namun kerap dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup dan mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat. Pahami lebih dalam tentang rhinitis alergi, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya secara efektif.

Apa Itu Rhinitis Alergi?

Rhinitis alergi adalah peradangan pada lapisan dalam hidung akibat reaksi sistem imun terhadap zat pemicu alergi atau alergen, seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau asap. Penyakit ini ditandai dengan gejala yang mirip flu, namun berlangsung lebih lama dan muncul secara berulang.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, sekitar 20% penduduk Indonesia pernah mengalami gejala rhinitis alergi, baik dalam bentuk ringan maupun berat. Meski tidak mengancam jiwa, rhinitis alergi dapat mengganggu produktivitas dan kenyamanan hidup penderitanya.

Gejala Rhinitis Alergi yang Paling Umum

Gejala rhinitis alergi umumnya muncul sesaat setelah penderita terpapar alergen. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Bersin terus-menerus, terutama di pagi hari
  • Hidung meler atau tersumbat
  • Mata gatal, merah, dan berair
  • Batuk kering
  • Tenggorokan gatal
  • Gangguan tidur akibat hidung tersumbat

Perlu diketahui bahwa rhinitis alergi berbeda dengan flu biasa. Flu umumnya disertai demam, nyeri tubuh, dan berlangsung hanya beberapa hari, sementara rhinitis alergi bisa terjadi berbulan-bulan jika tidak ditangani.

Penyebab dan Faktor Risiko Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi disebabkan oleh reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Beberapa alergen yang paling sering memicu rhinitis alergi adalah:

  • Debu dan tungau rumah
  • Serbuk sari bunga
  • Bulu hewan peliharaan
  • Jamur dan spora
  • Asap rokok dan polusi udara
  • Bau menyengat seperti parfum atau deterjen

Individu dengan riwayat keluarga yang memiliki alergi, seperti asma atau eksim, memiliki risiko lebih tinggi terkena rhinitis alergi. Selain itu, tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi juga menjadi faktor pemicu.

Jenis Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Rhinitis alergi musiman (seasonal allergic rhinitis)
    Muncul hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti musim berbunga karena serbuk sari.
  2. Rhinitis alergi menahun (perennial allergic rhinitis)
    Terjadi sepanjang tahun karena paparan alergen yang selalu ada, seperti tungau debu atau bulu hewan.

Diagnosis Rhinitis Alergi

Untuk memastikan diagnosis rhinitis alergi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat medis pasien. Jika diperlukan, beberapa tes lanjutan dilakukan, seperti:

  • Tes tusuk kulit (skin prick test): Mengidentifikasi alergen spesifik yang memicu reaksi alergi.
  • Tes darah IgE: Mengukur kadar antibodi imunoglobulin E dalam darah.

Cara Mengatasi Rhinitis Alergi Secara Efektif

Penanganan rhinitis alergi bisa dilakukan melalui kombinasi penghindaran alergen, pengobatan medis, dan perubahan gaya hidup. Berikut langkah-langkahnya:

1. Menghindari Alergen

Langkah paling penting dalam pengendalian rhinitis alergi adalah menghindari pemicunya:

  • Gunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA untuk membersihkan rumah
  • Cuci sprei dan sarung bantal secara rutin dengan air panas
  • Hindari penggunaan karpet dan boneka berbulu
  • Jangan memelihara hewan berbulu jika memiliki alergi
  • Pakai masker saat berada di luar ruangan atau membersihkan rumah

2. Menggunakan Obat Rhinitis Alergi

Berbagai jenis obat dapat membantu meredakan gejala, antara lain:

  • Antihistamin: Mengurangi bersin dan hidung meler
  • Kortikosteroid semprot hidung: Meredakan peradangan
  • Dekongestan: Mengatasi hidung tersumbat (digunakan jangka pendek)
  • Imunoterapi alergi: Digunakan jika gejala tidak membaik dengan obat biasa

3. Menjalani Pola Hidup Sehat

  • Konsumsi makanan bergizi untuk memperkuat imun
  • Istirahat cukup dan olahraga teratur
  • Hindari stres karena bisa memperparah gejala

Dampak Rhinitis Alergi Jika Tidak Diobati

Meski terlihat ringan, rhinitis alergi dapat menimbulkan berbagai komplikasi bila tidak ditangani, seperti:

  • Gangguan tidur dan kelelahan kronis
  • Menurunnya konsentrasi dan produktivitas kerja
  • Infeksi sinus berulang (sinusitis)
  • Munculnya gangguan pada saluran pernapasan bawah, seperti asma

Menurut dr. Laily Dwi Astuti, Sp.THT-KL dari RSUP Persahabatan, banyak pasien datang ke dokter dalam kondisi parah karena mengabaikan gejala awal.

“Sering kali penderita rhinitis alergi baru datang setelah gejalanya berlangsung bertahun-tahun. Padahal, jika ditangani sejak dini, kondisi ini bisa dikendalikan dan kualitas hidup tetap terjaga,” ujar dr. Laily.

Kampanye Edukasi dan Pencegahan Rhinitis Alergi

Sejumlah rumah sakit dan puskesmas kini mulai mengadakan kampanye edukasi tentang bahaya rhinitis alergi. Pemeriksaan deteksi dini, konsultasi alergi, dan edukasi lingkungan sehat menjadi bagian penting dari program promotif dan preventif.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyepelekan pilek berkepanjangan, bersin terus-menerus, atau mata gatal yang terjadi secara rutin. Deteksi dini dan pengobatan tepat dapat membantu mencegah gejala memburuk.

Rhinitis alergi adalah penyakit yang sering terjadi, namun kerap diabaikan karena gejalanya menyerupai flu biasa. Penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda rhinitis alergi, menghindari alergen, dan segera berkonsultasi dengan dokter bila gejala berlangsung lama.

Dengan penanganan yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita rhinitis alergi tetap bisa hidup nyaman dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *