February 4, 2026

Sejarah Hindu di India dan Bali: Akar yang Sama, Jalur yang Berbeda

  • May 11, 2025
  • 4 min read
Sejarah Hindu di India dan Bali: Akar yang Sama, Jalur yang Berbeda

Jakarta, Gatranews.id – Agama Hindu merupakan salah satu agama tertua di dunia yang lahir di wilayah India sekitar 1500 SM. Seiring perkembangan zaman dan jalur perdagangan, ajaran Hindu menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk kepulauan Nusantara.


Namun, ketika Hindu masuk ke Bali, ia mengalami asimilasi mendalam dengan budaya lokal dan kepercayaan asli masyarakat setempat. Akibatnya, muncullah bentuk Hindu yang unik dan khas, yang dikenal sebagai Hindu Bali.

Menurut sejarawan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Agus Aris Munandar, dalam bukunya Agama dan Kekuasaan di Indonesia Kuno, “Hindu di Nusantara bukanlah hasil copy-paste dari India, melainkan bentuk sinkretisme antara ajaran Hindu dan budaya lokal yang sudah ada sebelumnya.”

Perbedaan Hindu India dan Hindu Bali yang Perlu Diketahui

  1. Kitab Suci dan Filsafat Ajaran

Hindu India berpijak pada kitab-kitab suci seperti Weda, Upanishad, Mahabharata, dan Bhagavad Gita. Ajarannya sangat filosofis, membahas konsep Brahman (realitas tertinggi) dan Atman (jiwa individu). Di India, beragam aliran filsafat berkembang, seperti Vedanta, Samkhya, dan Yoga.

Sementara itu, Hindu Bali tetap merujuk pada Weda, namun lebih banyak menggunakan lontar-lontar berbahasa Kawi dan Bali, seperti Lontar Tutur, Lontar Usana Bali, dan Lontar Bhagawan Garga. Ajaran yang berkembang di Bali mengedepankan prinsip Tri Hita Karana—yakni harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

  1. Sistem Kasta dan Struktur Sosial

Hindu di India dikenal dengan sistem kasta yang lebih ketat: Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Pembagian kasta ini memengaruhi kehidupan sosial secara signifikan, termasuk dalam hal pernikahan dan pekerjaan.

Di Bali, sistem kasta tetap diadopsi namun lebih longgar. Istilah seperti Ida Bagus, Cokorda, atau Gusti masih digunakan, namun tak menentukan posisi sosial secara ekstrem. Sejarawan Bali, Dr. I Made Bandem, dalam seminar budaya Hindu tahun 2022 menyatakan, “Di Bali, kehormatan lebih ditentukan oleh perbuatan (karma) dan kepatuhan terhadap dharma, bukan hanya garis keturunan.”

  1. Ritual dan Upacara Keagamaan

Hindu India memiliki berbagai perayaan besar seperti Diwali (Festival Cahaya), Holi (Festival Warna), dan Navaratri. Pemujaan biasanya dilakukan di mandir (kuil), dengan mantra berbahasa Sanskerta dan dilakukan oleh pendeta khusus.

Hindu Bali justru dikenal sangat ritualistik dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Ritual seperti Galungan dan Kuningan, Ngaben (upacara pembakaran jenazah), serta Nyepi (tahun baru saka) menjadi tradisi penting. Bahkan, setiap rumah di Bali biasanya memiliki pura keluarga, dan setiap desa memiliki pura kahyangan tiga.

  1. Tempat Ibadah: Mandir vs. Pura

Kuil Hindu di India atau mandir biasanya berbentuk struktur tertutup dengan menara menjulang tinggi (shikhara) yang melambangkan gunung suci.

Di Bali, tempat ibadah disebut pura, dibangun secara terbuka dan menyatu dengan lanskap alam. Pura dibagi menjadi beberapa halaman (jeroan, jaba tengah, jaba sisi) dan mengandung arsitektur khas seperti meru (menara bertingkat). Pura juga diorientasikan berdasarkan prinsip kaja-kelod (gunung-laut) dan kangin-kauh (timur-barat).

  1. Bahasa dan Simbolisme Keagamaan

Bahasa utama dalam ritual Hindu India adalah Sansakerta. Di sisi lain, Hindu Bali menggunakan bahasa Bali, Kawi, dan kadang Sanskerta dalam konteks tertentu. Simbolisme Hindu Bali sangat dipengaruhi oleh elemen lokal seperti canang sari, penjor, dan banten sebagai persembahan harian.

Pengaruh Hindu Bali dalam Budaya dan Identitas

Hindu di Bali tidak hanya menjadi sistem kepercayaan, melainkan juga identitas budaya. Banyak seni tradisional Bali seperti tari Barong, wayang kulit Bali, dan gamelan terinspirasi dari kisah Ramayana dan Mahabharata versi lokal.

Penting dicatat bahwa Hindu Bali telah ditetapkan sebagai satu-satunya bentuk Hindu yang diakui secara resmi di Indonesia dalam sistem agama negara. Ini menunjukkan betapa unik dan pentingnya Hindu Bali dalam peta spiritual dan budaya nasional.

Hindu India dan Hindu Bali berasal dari akar yang sama, namun berkembang dalam konteks sosial-budaya yang berbeda. Hindu India bersifat lebih filsafati dan teologis, sedangkan Hindu Bali lebih ritualistik dan melebur dalam keseharian masyarakat.
Meski berbeda dalam ekspresi, keduanya tetap menekankan nilai-nilai universal seperti dharma (kebenaran), karma (perbuatan), dan moksha (pembebasan spiritual).

Sebagaimana dikatakan Prof. Dr. Agus Aris Munandar, “Perbedaan Hindu India dan Bali menunjukkan bahwa agama tidak statis, melainkan selalu berinteraksi dengan budaya lokal dan berkembang menjadi bentuk yang unik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *