February 4, 2026

Pembentukan India dan Pakistan serta Radcliffe Line: Sejarah Pahit yang Membelah Asia Selatan

  • May 9, 2025
  • 5 min read
Pembentukan India dan Pakistan serta Radcliffe Line: Sejarah Pahit yang Membelah Asia Selatan

Islamabad, Gatranews.id – Pembentukan India dan Pakistan pada tahun 1947 merupakan peristiwa geopolitik yang tidak hanya mengubah peta dunia, tetapi juga menimbulkan dampak kemanusiaan luar biasa.

Garis batas yang dikenal sebagai Radcliffe Line menjadi simbol pemisahan yang penuh konflik dan luka yang masih terasa hingga kini.

Latar Belakang: Penjajahan Inggris dan Munculnya Nasionalisme di Anak Benua India

Sejak abad ke-18, India berada di bawah dominasi kolonial Inggris, pertama melalui British East India Company, kemudian secara langsung oleh Kerajaan Inggris sejak 1858 setelah Pemberontakan Sipoy.

Inggris mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia India secara masif, namun juga memperkenalkan sistem hukum, administrasi, dan infrastruktur modern.

Memasuki abad ke-20, muncul gelombang nasionalisme India yang menuntut kemerdekaan penuh. Dua kekuatan besar memimpin perjuangan ini:

  • Indian National Congress (INC) – organisasi nasionalis dengan mayoritas Hindu, namun mengklaim bersifat sekuler dan mewakili semua rakyat India. Tokoh utamanya: Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, dan Vallabhbhai Patel.
  • All-India Muslim League – organisasi politik umat Muslim, dipimpin Muhammad Ali Jinnah, yang khawatir umat Islam akan tersisih jika India merdeka sebagai negara mayoritas Hindu.

Ketegangan antara kedua kelompok ini membesar, terutama setelah pemilu provinsi 1937 yang menunjukkan dominasi politik Hindu di wilayah mayoritas Muslim.

Teori Dua Bangsa dan Tuntutan Negara Muslim

Muhammad Ali Jinnah mengemukakan Teori Dua Bangsa (Two-Nation Theory), yaitu keyakinan bahwa umat Islam dan Hindu merupakan dua komunitas yang sangat berbeda secara agama, budaya, dan tradisi, sehingga tidak bisa hidup damai dalam satu negara. Ia mengusulkan pembentukan negara terpisah untuk umat Islam.

Pada tahun 1940, Muslim League menyampaikan Resolusi Lahore, yang menuntut wilayah dengan populasi Muslim mayoritas di barat dan timur India menjadi negara merdeka: Pakistan (berarti “Tanah Suci” dalam bahasa Persia dan Urdu).

Kemerdekaan Mendadak: Kelelahan Inggris dan Ketegangan Internal

Pasca Perang Dunia II, Inggris mengalami krisis ekonomi dan politik, serta kehilangan daya untuk mempertahankan koloni. Tekanan dari rakyat India dan internasional mempercepat keputusan Inggris untuk keluar dari India.

Pada 20 Februari 1947, Perdana Menteri Inggris Clement Attlee mengumumkan bahwa India akan merdeka selambat-lambatnya Juni 1948. Namun situasi di lapangan memburuk karena kerusuhan antaragama yang masif, terutama di Bengal dan Punjab.

Lord Louis Mountbatten, Gubernur Jenderal terakhir India, mempercepat proses menjadi Agustus 1947. Namun, belum ada keputusan mengenai batas wilayah dua negara yang akan terbentuk.

Penentuan Radcliffe Line: Pembagian Wilayah dalam Waktu Singkat

Untuk membagi India dan Pakistan, Inggris membentuk dua komisi batas: satu untuk Punjab, satu lagi untuk Bengal. Pimpinan komisi ini adalah seorang pengacara Inggris, Sir Cyril Radcliffe, yang belum pernah ke India dan tidak memahami kondisi sosial-budaya lokal.

Radcliffe hanya diberi waktu 36 hari untuk:

  • Meninjau statistik populasi (berdasarkan sensus 1941),
  • Mempertimbangkan distribusi agama, ekonomi, dan komunikasi,
  • Menentukan batas yang akan memisahkan sekitar 400 juta orang.

Keputusan Radcliffe diumumkan pada 17 Agustus 1947, dua hari setelah kemerdekaan India dan Pakistan. Namun pada saat itu, jutaan orang sudah mulai bermigrasi tanpa tahu wilayah tempat tinggalnya masuk negara mana.

Garis Pemisah yang Menyebabkan Tragedi Kemanusiaan

Pengumuman Radcliffe Line langsung memicu gelombang migrasi terbesar dalam sejarah manusia:

  • Sekitar 15 juta orang berpindah tempat: umat Muslim ke Pakistan (Barat dan Timur), umat Hindu dan Sikh ke India.
  • Lebih dari 1–2 juta orang diperkirakan tewas dalam kerusuhan, pembantaian massal, dan kekerasan antaragama.
  • Puluhan ribu perempuan mengalami penculikan, pemerkosaan, dan perbudakan seksual.
  • Kota dan desa dihancurkan; komunitas-komunitas yang selama berabad-abad hidup berdampingan pun terpecah.

Kereta api yang mengangkut pengungsi sering ditemukan dalam kondisi penuh mayat. Konvoi pejalan kaki diserang oleh kelompok bersenjata. Pemisahan India–Pakistan adalah bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Asia.

Wilayah Sengketa: Kashmir, Balochistan, dan Bengal Timur

Beberapa wilayah menjadi titik api pasca pemisahan:

1. Kashmir

Wilayah ini mayoritas Muslim, tetapi diperintah oleh raja Hindu bernama Maharaja Hari Singh. Ia memilih bergabung dengan India, yang memicu Perang India–Pakistan pertama (1947–1948). Konflik ini terus berlanjut hingga kini, menjadikan Kashmir sebagai wilayah sengketa paling mematikan di Asia Selatan.

2. Bengal Timur

Bengal Timur menjadi bagian dari Pakistan Timur. Namun diskriminasi etnis dan bahasa dari elit Pakistan Barat memicu Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971, dengan dukungan militer dari India. Hasilnya: lahirnya negara Bangladesh.

3. Balochistan

Wilayah Balochistan yang luas dan kaya sumber daya sempat menyuarakan keinginan untuk merdeka, tetapi akhirnya dianeksasi oleh Pakistan. Hingga kini, gerakan separatis di sana masih aktif.


Dampak Jangka Panjang Radcliffe Line dan Pemisahan India–Pakistan

Radcliffe Line bukan sekadar garis batas geografis, tetapi juga simbol luka mendalam yang berdampak hingga kini:

  • Hubungan India–Pakistan tetap tegang hingga kini, sering diselingi perang dan konflik di perbatasan.
  • Perlombaan senjata nuklir terjadi antara dua negara tersebut sejak dekade 1990-an.
  • Masalah pengungsi dan diaspora akibat pemisahan masih berdampak terhadap keluarga dan identitas nasional.
  • Kashmir tetap menjadi zona militer paling sensitif di dunia, dengan jutaan tentara dikerahkan di kedua sisi Line of Control (LoC).

Radcliffe sendiri, yang dilaporkan merasa bersalah, menolak menerima bayaran atas tugasnya dan tidak pernah kembali ke India atau Pakistan.

Kesimpulan: Garis Radcliffe, Luka yang Tak Pernah Sembuh

Pembentukan India dan Pakistan serta penetapan Radcliffe Line adalah babak gelap dalam sejarah dekolonisasi dunia. Proses pemisahan yang dilakukan secara tergesa-gesa dan tidak sensitif terhadap realitas sosial-budaya telah menyebabkan penderitaan luar biasa.

Pemisahan ini menyisakan pelajaran penting: bahwa kebebasan politik tidak selalu berarti keadilan sosial. Dan bahwa satu garis di peta bisa membelah bangsa, menghancurkan keluarga, dan meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *