January 12, 2026

Menperin Ungkap Rencana Tambah Investasi Korea di Indonesia

  • April 30, 2025
  • 3 min read
Menperin Ungkap Rencana Tambah Investasi Korea di Indonesia

Jakarta, Gatranews.id – Indonesia dan Korea Selatan berkomitmen memperkuat kerja sama di sektor industri manufaktur. Upaya ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara. Hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan akan memasuki usia ke-52 tahun pada 2025.

“Kami berharap potensi kerja sama ekonomi dan industri antara Indonesia dan Korea Selatan dapat semakin meningkat dan diperkuat,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita seusai bertemu Chairman Federation of Korean Industry (FKI) Shin Dong Bin di Jakarta, Selasa (29/4).

Kementerian Perindustrian terus memastikan investasi sektor industri di Indonesia berjalan dengan baik. “Karena investasi yang mereka bawa harus win-win, Indonesia win, Korea juga harus win,” ujarnya.

Agus menyebut, pertemuan dengan delegasi FKI diharapkan membawa dampak positif bagi kelangsungan usaha mereka di Indonesia. “Dari informasi mereka, kami mengetahui apa saja yang dibutuhkan atau menjadi hambatan di lapangan,” ucapnya.

Perusahaan Korea Selatan disebut telah memberi kontribusi besar bagi industri Indonesia. Sektor yang dimaksud antara lain elektronik, otomotif, teknologi hijau, dan transformasi digital.

“Pada pertemuan hari ini, kami membahas beberapa isu industri, antara lain pengembangan industri manufaktur dan industri lokal, industri hijau dan transformasi digital, serta industri halal,” ungkap Agus.

Delegasi FKI menyatakan komitmennya untuk terus menanamkan investasi di Indonesia. Ada perusahaan yang ingin membangun pabrik baru, ada pula yang akan melakukan ekspansi usaha.

“Artinya, mereka melihat prospek Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi masih sangat baik,” ujarnya.

Agus juga menyampaikan adanya minat dari salah satu perusahaan Korea untuk menanamkan modal di Danantara. “Ini terkait hilirisasi, khususnya hilirisasi nikel untuk melanjutkan jadi katoda. Mereka mau ajak Danantara untuk investasi ini,” katanya.

Ia memberi apresiasi kepada perusahaan Korea yang sudah memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara optimal. Perusahaan itu antara lain Samsung, LG, dan Hyundai.

“Artinya, secara langsung, mereka telah meningkatkan partisipasi industri lokal, menyerap tenaga kerja dan menyumbang kepada pertumbuhan industri di Indonesia,” tuturnya.

Agus menambahkan, beberapa perusahaan Korea telah menjalin kerja sama dengan kampus dan lembaga pendidikan vokasi di Indonesia. Termasuk dengan lembaga milik Kementerian Perindustrian.

“Kolaborasi ini tentu sangat bermanfaat dalam pengembangan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam sektor otomotif, Menperin mengapresiasi komitmen Hyundai dalam membangun ekosistem kendaraan listrik (EV). Hyundai dinilai konsisten dalam pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.

“Khusus bagi pengembangan kendaraan berbasis listrik, kami mencatat beberapa perusahaan Korea telah menikmati beberapa insentif melalui skema produksi program sesuai persyaratan TKDN, antara lain Bea Masuk sebesar 0%, PPnBM sebesar 0%, dan PPN sebesar 2% dengan mengikuti program LCEV dan program PPN DTP,” paparnya.

Agus juga mengungkapkan kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan POSCO Research Institute. Kolaborasi ini berlangsung pada 2023–2025. Fokusnya adalah penyusunan kebijakan dekarbonisasi sektor industri.

“Dalam mencapai target net zero di sektor industri, kami juga telah menyiapkan serangkaian kebijakan dalam negeri khususnya terkait Net Zero Emission (NZE),” ujarnya.

Kemenperin juga mendorong keterlibatan industri Korea dalam pengembangan industri halal Indonesia. Peluang pasar dinilai besar dan perlu dioptimalkan.

“Kami menyambut baik perusahaan Korea yang ingin mengembangkan bisnis di sektor makanan dan minuman halal, kosmetik halal, dan produk-produk halal lainnya. Saat ini di Indonesia memiliki empat kawasan industri halal. Kami akan sangat senang apabila perusahaan Korea berminat untuk bekerja sama lebih jauh dalam kawasan industri halal tersebut,” kata Agus.

Nilai perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada 2024 tercatat sebesar US$20 miliar. Ekspor Indonesia mencapai US$10,76 miliar. Adapun investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai US$2,98 miliar sepanjang 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *