January 11, 2026

Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Penanda Satelit

  • April 30, 2025
  • 2 min read
Dua Hiu Paus di Gorontalo Dipasangi Penanda Satelit

Jakarta, Gatranews.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali memasang penanda satelit pada dua ekor hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI).

Pemasangan penanda satelit dilakukan untuk memantau pergerakan dan perilaku hiu paus. Data yang terkumpul akan digunakan untuk menyusun strategi konservasi yang berbasis ilmiah dan adaptif.

“Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari rencana aksi Perjanjian Kerja Sama antara KKP dan YKCI terkait pengelolaan ruang laut, pesisir, pulau-pulau kecil, kawasan konservasi, serta keanekaragaman hayati perairan,” kata Plt. Kepala BPSPL Makassar, A. M. Ishak dalam siaran resmi KKP, Rabu (30/4).

YKCI menyebutkan bahwa perairan Botubarani menjadi lokasi penting bagi salah satu biota laut ini. Kemunculan satwa tersebut terpantau konsisten setiap tahun dan telah dikenal secara internasional.

“Saat ini sudah ada lima ekor hiu paus di Botubarani yang telah dipasangi penanda satelit. Ke depan, YKCI berencana menambah lima unit lagi sehingga total akan ada sepuluh individu yang dipantau,” ujar Abdi Hasan dari YKCI.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan kemunculan hiu paus berpotensi menjadi daya tarik wisata. Dampaknya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Gorontalo.

“Pengembangan wisata hiu paus harus mengutamakan aspek konservasi dan daya dukung lingkungan di lokasi kemunculannya,” kata Koswara.

Menurut Koswara, teknologi penanda satelit dapat memantau pergerakan hiu paus secara langsung. Informasi jalur migrasi dan interaksi dengan manusia akan menjadi dasar kebijakan konservasi yang lebih tepat.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam perlindungan hewan laut ini. Wisata bahari berbasis komunitas perlu dikembangkan, seperti di Desa Botubarani yang memiliki potensi besar.

Program ini turut didukung Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo. Beberapa kelompok lokal juga terlibat, antara lain KOMPAK Orca-Botubarani, Pokdarwis Desa Botubarani, dan Pokmaswas setempat.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan hiu paus merupakan satwa yang dilindungi. Populasinya terus menurun, sehingga perlu upaya konservasi yang serius.

Ia menegaskan bahwa pelestarian ekosistem laut sangat penting. “Hal ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *