February 4, 2026

Ajang Putri Anak Remaja Indonesia Banten 2025 Usung Tema “Putih-Putih Berprestasi”, Cetak Generasi Inspiratif

  • April 20, 2025
  • 3 min read
Ajang Putri Anak Remaja Indonesia Banten 2025 Usung Tema “Putih-Putih Berprestasi”, Cetak Generasi Inspiratif

Tangerang Selatan, Gatranews.id – Banten kembali menjadi saksi lahirnya talenta-talenta muda berbakat melalui ajang Putri Anak Remaja Indonesia Banten 2025 yang mengusung tema Putih-Putih Berprestasi. Acara ini digelar selama dua hari, yakni 18–19 April 2025, dengan diikuti oleh para finalis dari berbagai daerah di Provinsi Banten.

Acara ini merupakan hasil kerja keras Regional Director Putri Anak Remaja Indonesia Banten, yang telah melalui proses seleksi ketat selama hampir dua bulan. Dari ratusan pendaftar, terpilih 18 peserta terbaik, terdiri dari 7 anak berusia 9–13 tahun dan 11 remaja berusia 14–18 tahun.

“Karantina dilakukan satu hari penuh di hotel, diisi dengan kelas pembekalan dan persiapan grand final. Semua pembelajaran mereka tampilkan langsung di atas panggung malam ini, dan hasilnya luar biasa,” ujar Regional Director Putri Anak Remaja Indonesia Banten.

Penilaian tidak hanya dilihat dari penampilan semata, tetapi juga mencakup aspek penting lainnya seperti Brain, Beauty, Behavior, serta kemampuan mereka untuk menjadi inspirasi. “Dari proses wawancara, kita bisa lihat motivasi mereka. Ada anak-anak yang ikut karena punya misi mulia untuk menginspirasi sesama, bukan sekadar ikut-ikutan,” lanjutnya.

Ajang ini membagi penghargaan dalam beberapa kategori, antara lain Putri Anak Remaja, Putri Pariwisata, Putri Lingkungan, Putri Budaya, dan Putri Pendidikan. Salah satu finalis remaja bernama Diandra berhasil menyabet gelar Putri Anak Remaja, dengan penilaian berbasis kemampuan personal dan misi sosial.

Founder Putri Anak Remaja Indonesia, Dari Dahlan, menjelaskan bahwa konsep “SMART” yang digunakan dalam ajang ini bukan sekadar tentang kepintaran akademik. “Kami lebih menekankan pada sikap dan perilaku. Anak-anak ini harus memiliki kepribadian berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan budaya Indonesia. Salim ke orang tua aja sekarang jarang, maka itu kami tanamkan kembali nilai-nilai itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya inner beauty, kemampuan komunikasi, dan menjadi sosok panutan. “Anak-anak zaman sekarang lebih meniru teman sebayanya. Jadi kami siapkan mereka agar bisa menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya,” kata Dari Dahlan.

Ajang ini juga menjadi pembuktian bahwa budaya tidak boleh luntur, bahkan di era digital. “Budaya itu tidak boleh hilang. Setiap orang pasti punya budaya di rumahnya. Boleh jago bahasa Inggris, tapi jangan sampai lupa bahasa ibu,” ucap salah satu tokoh yang turut hadir dalam acara ini.

Selain itu, ada juga harapan agar pemerintah lebih peduli terhadap acara semacam ini. “Jangan cuma hadir buat sambutan atau gunting pita. Pemerintah harus benar-benar terlibat, karena ini menyangkut masa depan generasi muda,” tambahnya dengan nada kritis.

Meski masih berjalan secara swadaya dan dengan dukungan terbatas, panitia tetap berharap bahwa anak-anak yang menang di ajang regional ini bisa bersaing di tingkat nasional dan membawa nama baik Banten. “Kami berharap, dari sini akan lahir berlian-berlian muda yang bersinar tidak hanya di panggung nasional, tapi juga internasional,” pungkas Dari Dahlan.

Ajang ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan penampilan, tetapi juga wahana edukatif dan inspiratif yang mengasah karakter generasi muda, dengan pendekatan budaya, akhlak, dan kepribadian sebagai fondasi utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *