January 12, 2026

Kemenperin Gandeng Industri dan Kampus Tiongkok Cetak SDM Global

  • April 16, 2025
  • 2 min read
Kemenperin Gandeng Industri dan Kampus Tiongkok Cetak SDM Global

Jakarta, Gatranews.id – Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri agar mampu bersaing secara global. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan mitra luar negeri, termasuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

“Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah RRT sejak 75 tahun lamanya, dan kini hubungan kedua negara semakin erat. Termasuk kerja sama dalam mendorong pengembangan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/4).

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjadi ujung tombak dalam mencetak SDM industri. BPSDMI membina 22 unit pendidikan vokasi. Beberapa di antaranya sudah menjalin kolaborasi dengan industri dan perguruan tinggi di Tiongkok.

Salah satu langkah terbaru adalah pembukaan kelas Bahasa Mandarin di Politeknik ATK Yogyakarta. Kelas ini bagian dari kerja sama dengan Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC) melalui program Luban-Mozi College. Kegiatan seremoni pembukaan dilaksanakan pada Jumat (11/4).

Kepala BPSDMI, Masrokhan menyebutkan bahwa program ini merupakan langkah awal kerja sama yang menjanjikan.

“Dengan dibukanya kelas bahasa Mandarin ini harapannya mahasiswa memiliki peluang yang semakin besar untuk dapat melakukan prakerin maupun bekerja di Tiongkok. Sebab penguasaan bahasa Mandarin menjadi poin penting untuk mewujudkan itu,” ungkapnya.

Wakil Presiden QTC, Liu Hong mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. Menurut dia, kerja sama ini telah dimulai sejak November 2024.

“Kami berharap dapat memperkuat kerja sama kami dengan Politeknik ATK Yogyakarta dan Sailun Group dalam bidang pelatihan talenta, inovasi penelitian ilmiah, pertukaran budaya, dan lain-lain melalui platform Luban-Mozi College,” ujar Liu.

Hal senada disampaikan perwakilan Sailun Group, An Chao.

“Bahasa sangat penting dalam kerja sama ini dan kami harap kolaborasi dua arah ini akan membuka lebih banyak peluang kerja sama yang lebih mendalam di masa depan,” tuturnya.

Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Sonny Taufan juga menyambut positif kolaborasi tersebut.

“Semoga kerja sama ini akan memiliki dampak positif pada masa depan mahasiswa dan institusi,” ucapnya.

Sonny menambahkan, kelas Bahasa Mandarin ini menjadi awal dari kerja sama lebih luas. Mahasiswa akan mendapatkan kesempatan mengikuti praktik kerja industri (prakerin) selama satu tahun, sambil kuliah dan bekerja di QTC dan Sailun Group.

Ketiga institusi berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa manfaat bersama di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *